Berita Papa Barat
Dilantik Ali Kabiay, Saul Samuel Mandowen Resmi Jabat Ketua BMP Papua Barat Periode 2025/2029
Ia mengatakan bahwa BMP RI merupakan wadah inklusif tempat berhimpun semua anak-anak adat Papua yang NKRI tanpa perbedaan wilayah adat, atau entis
Penulis: Hans Arnold Kapisa | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Bmp-pabar-5.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) melantik Saul Samuel Mandowen sebagai Ketua DPD Barisan Merah Putih Provinsi Papua Barat periode 2025/2029.
Pengukuhan dan pelatihan Saul Samuel Mandowen beserta kepengurusan BMP Papua Barat dipimpin langsung oleh Sekjen DPP BMP RI Albert Ali Kabiay di Manokwari, Selasa (11/3/2025).
Dalam sambutannya, Ali Kabiay mengatakan bahwa BMP RI merupakan Ormas pertama di tanah Papua yang berjuang untuk mempertahankan kursi parlemen Otonomi Khusus (Otsus).
Baca juga: Ribuan Warga Ikuti Kirab Merah Putih Menyusuri Jalan Utama di Kota Perjuangan Fakfak
Baca juga: Tak Ada Gejolak Tolak Transmigrasi Lokal, Ali Kabiay: Satu Pulau Papua Harus Contohi Fakfak
"BMP RI punya histori yang kuat untuk pembangunan tanah Papua dalam kerangka Otsus, sehingga organisasi ini akan terus diperkuat secara internal melalui revitalisasi atau penyegaran struktur secara berjenjang," kata Ali Kabiay.
Ia mengatakan bahwa BMP RI merupakan wadah inklusif tempat berhimpun semua anak-anak adat Papua yang NKRI tanpa perbedaan wilayah adat, atau entis suku tertentu.
"Kami ada untuk semua anak adat Papua (yang NKRI), sama-sama kita berhimpun dalam rumah besar BMP RI untuk membangun tanah Papua dalam bingkai NKRI," ujarnya.
Ali Kabiay juga menaruh harapan besar kepada BMP Papua Barat pimpinan Saul Samuel Mandowen dan para pengurus tingkat DPD untuk terus maju dalam membangun relasi untuk tujuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua Barat.
"Berkaryalah untuk masyarakat, bangsa dan negara Indonesia, karena itulah dasar saudara semua dipilih dan percayakan dalam organisasi ini di Papua Barat," ujar Kabiay.
Selanjutnya Ketua DPD BMP Papua Barat, Saul Samuel Mandowen menyatakan komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang di berikan sesuai AD/ART organisasi.
"Bahwa ormas BPM Papua Barat merupakan simbol persatuan bangsa Indonesia dalam kebhinekaan, maka semua orang Indonesia bisa berkumpul di organisasi ini," ujarnya.
Ia juga mengajak anggota dan pengurus DPD BMP Papua Barat untuk menanamkan rasa cinta tanah air Indonesia dalam setiap agenda maupun program yang dilaksanakan periode 2025/2029.
"Oleh karena itu semua kita wajib memiliki tiga rasa, yakni rasa cinta tanah air Indonesia, rasa memiliki tanah air Indonesia dan rasa mengabdi kepada tanah air Indonesia," ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Mandowen berharap BPM Papua Barat akan tetap eksis menjadi mitra pemerintah dan terus mengawal pembangunan Papua Barat dalam bingkai NKRI.
(*)