Menag Buka Munas III LP3K, Nasaruddin Umar: Pesparani Bukan Sekadar Ajang Seni
"Di sinilah letak kekuatan bangsa kita," kata Menteri Agama, Nasaruddin Umar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Nasaruddin-Umar-membuka-Munas-III-LP3K.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, membuka Musyawarah Nasional III Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (Munas III LP3K).
Acara yang berlangsung di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2025) malam, itu diawali perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh dua uskup.
Keduanya adalah Uskup Bogor, Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM, dan Uskup Sintang Mgr Valentinus Saeng, CP.
Mereka menyebut Pesparani sebagai pesta iman yang menyatukan umat Katolik di Indonesia.
Ini sesuai pesan Paus Fransiskus dan semangat Paus Leo XIV yang menyerukan persaudaraan dan persatuan dalam keragaman.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mendukung Munas III LP3KN dan menyatakan seni sebagai mitra agama.
"Jangan pernah mempertentangkan seni dan agama. Seni mempunyai semangat yang sama dengan agama," katanya melalui rilis yang diterima TribunPapuaBarat.com, Minggu (11/05/2025).
Baca juga: Tutup Pesparani III, KWI: Umat Katolik Harus Jadi Duta Bhinneka Tunggal Ika
Menurutnya, Pesparani bukan hanya ajang seni panggung, melainkan juga panggung peradaban Indonesia untuk membangun kehidupan dalam perbedaan tanpa saling mengusik.
"Di sinilah letak kekuatan bangsa kita. Di Indonesia bukan hanya keindahan alam yang luar biasa, tetapi masyarakatnya juga memiliki hati yang indah," ujar Nasaruddin Umar.
Ketua Umum LP3KN, Muliawan Margadana, berterima kasih dan mengapresiasi Kementerian Agama RI atas dukungan terhadap terselenggaranya Munas III.
Ia juga mengagumi Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang mencetuskan ide Kurikulum Berbasis Cinta yang mencerminkan semangat kebangsaan.
"Ini selaras dengan semangat Pesparani yang memadukan iman dan cinta tanah air," kata Muliawan.
Baca juga: Luksen Jems Mayor Bertemu LPPD dan Kemenag Papua Selatan, Bahas Pesparawi Nasional XIV di Manokwari
Sekretaris Jenderal KWI, Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM, mengajak senua peserta agar terus membangun kehidupan bergereja dan berbangsa dengan semangat musik liturgi.
"Musik liturgi bukan hanya sarana ekspresi iman, tetapi juga kekuatan untuk membangun jembatan antargenerasi dan antarbudaya," ujarnya.
Pembukaan Munas III LP3K juga diwarnai penampilan tarian Nusantara oleh anak-anak dari Yayasan Prima Unggul, Jakarta.
Selanjutnya, ada peluncuran logo resmi Pesparani 2025 dan pemutaran video kilas balik perjalanan LP3KN sejak didirikan.
Munas ini akan berlangsung tiga hari untuk merumuskan strategi organisasi, memperkuat sinergi antar-LP3KD, dan menetapkan tuan rumah Pesparani nasional berikutnya.
LP3KD dari 38 provinsi, termasuk perwakilan dari semua keuskupan di Indonesia, turut menghadiri pembukaan Munas III LP3K
Ada juga perwakilan dari KWI, pejabat Bimas Katolik, dan para pengurus LP3KN pusat.
| Pesparawi Nasional XIV 2026 Usung Semangat Ramah Lingkungan dan Persaudaraan |
|
|---|
| Pelantikan Dewan Paroki Santo Yosep Fakfak Jadi Momen Penting Perjalanan Pastoral Gereja |
|
|---|
| Aksi Damai Pemuda Suku Besar Arfak Desak Menag RI Definitifkan Barnabas Dowansiba |
|
|---|
| Dandim 1803/Fakfak Tinjau Kesiapan Sarpras Jelang 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua |
|
|---|
| Paskah Menegaskan Kematian Bukan Akhir, Pastor Leonardus: Hidup Menang atas Maut |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.