Berita Fakfak
Ekonomi Sulit Pedagang Menjerit, Minta Presiden Prabowo Datang ke Fakfak
Menurut Idang, masyarakat Fakfak selama ini hanya "malu hati" untuk berbicara soal kondisi ekonomi yang lesuh.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/PdagNg-45.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Pedagang di Jalan Salasa Namudat menjerit, mengeluhkan kondisi ekonomi di Fakfak.
Kondisi itu diperparah dengan dibongkarnya lapak jualan mereka oleh Satpol PP Fakfak.
Oleh sebab itu, puluhan pedang tersebut meminta Presiden Prabowo Subianto datang ke Kota Pala.
Baca juga: Penertiban Lapak Liar di Fakfak, Satpol PP Laksanakan Arahan Kepala Daerah
Baca juga: BREAKING NEWS: Lapak Liar di Fakfak Dibongkar Satpol PP, Warga Histeris hingga Pingsan
"Ekonomi sulit dan lesuh. Kami minta bapak presiden datang dan melihat langsung," kata salah satu pedagang, Idang saat diwawancarai TribunPapuaBarat.com di Jalan Dr Salasa Namudat Fakfak Papua Barat, Senin (19/5/2025).
Idang menegaskan, dirinya bersama puluhan pedagang yang lapaknya dibongkar tak ingin melawan pemerintah.
Hanya saja, pedagang butuh kepastian di mana mereka akan direlokasi.
"Kabupaten Fakfak ini kondisi perekonomian sulit dan merosot, sehingga perlu mendapatkan perhatian dari pusat, termasuk orang nomor 1 di negeri ini (Indonesia)," ujarnya.
"Bapak ibu pegawai enak tiap bulan terima gaji, kami ini kerja seharian berjualan baru bisa makan," tambahnya.
Menurut Idang, masyarakat Fakfak selama ini hanya "malu hati" untuk berbicara soal kondisi ekonomi yang lesuh.
"Tuhan tahu ini negeri kami, sehingga tidak boleh ada yang semena-mena dengan kami," tuturnya.
Sebagai informasi, pasca pembongkaran lapak pedagang kehilangan lokasi berjualan dan pekerjaan.
Sebab, saat ini belum ada lokasi pengganti yang pasti.
(*)