Berita Papua Barat
Hipmi Manokwari, Mansel dan Pegaf Gelar Muscab: Pemda Komitmen Ciptakan Iklim Usaha yang Sehat
pentingnya prinsip pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat adat.
Penulis: Fransiskus Irianto Tiwan | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Hipmi-30981.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan (Mansel) dan Pegunungan Arfak (Pegaf) menggelar musyawarah cabang (Muscab).
Muscab tesebut mengusung tema "Bersatu untuk Tumbuh Bersama" dan berlangsung di kantor KNPI Papua Barat, Rabu (28/5/2025).
Wakil Bupati Manokwari Mugiyono menegaskan, HIPMI sebagai wadah pengusaha muda memiliki peran penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca juga: Masa Pendaftaran Berakhir, Frengki Kambesu Calon Tunggal Ketua BPC HIPMI Kaimana
Baca juga: BPC HIPMI Kaimana Papua Barat Buka Rekrutmen Anggota Baru
Kolaborasi tiga kabupaten yang tergabung dalam musyawarah ini mencerminkan semangat kebersamaan, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua Barat melalui kekuatan ekonomi berbasis potensi lokal.
"Tema Bersatu untuk Tumbuh Bersama sangat relevan dengan situasi saat ini, di tengah tantangan global dan dinamika lokal. Kita perlu memperkuat jaringan usaha, inovasi, dan kemitraan antarwilayah agar potensi ekonomi seperti kelautan, pertanian, pariwisata, hingga UMKM dapat berkembang maksimal," kata Mugiyono.
Menurutnya, semangat bersatu bukan hanya slogan, melainkan komitmen untuk menghilangkan ego sektoral dan membangun kemitraan yang saling menguntungkan.
Pemerintah daerah siap mendukung penuh program-program HIPMI, baik melalui kebijakan yang pro-bisnis, fasilitasi permodalan, maupun pemasaran.
Pemerintah juga mendorong agar musyawarah ini menghasilkan peta jalan kolaborasi yang konkret, seperti pengembangan klaster usaha bersama dan pertukaran sumber daya manusia yang unggul.
Ia juga berpesan agar para pengusaha muda menjadi pelopor yang berani mengambil risiko, namun tetap adaptif terhadap perubahan teknologi dan pasar.
"Kita harus optimis, dengan semangat gotong royong daerah ini bisa menjadi contoh pertumbuhan ekonomi inklusif di Papua Barat," tegasnya.
Terkait sektor pariwisata, Mugiyono menilai kolaborasi tiga kabupaten dapat menciptakan paket wisata terintegrasi yang mampu menarik investasi dan wisatawan.
Ia juga menekankan, pentingnya prinsip pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat adat.
"Pemerintah tetap berkomitmen menciptakan iklim usaha yang sehat, termasuk penyederhanaan perizinan dan pemberantasan praktik monopoli," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Muscab Bersama Haeder Ali mengatakan, bahwa tema yang diangkat menjadi semangat baru dalam mendorong kebersamaan dan kolaborasi antar pengusaha muda di tiga kabupaten.
"Tujuan kegiatan ini adalah untuk menjalankan amanat organisasi sesuai AD/ART HIPMI, serta merumuskan arah dan strategi kerja ke depan. Kami juga ingin memperkuat solidaritas dan sinergi di antara seluruh anggota HIPMI," kata Haeder Ali.
Musyawarah ini juga menjadi ajang untuk mendengarkan pemikiran umum dari para ketua DPC HIPMI Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, dan Pegunungan Arfak, sebagai bagian dari konsolidasi organisasi menuju kemandirian dan kemajuan bersama.
(*)