Berita Papua Barat
RSUP Papua Barar Siap Layani Pasien Cuci Darah dan Jantung
"Kami berupaya agar layanan ini bisa segera tersedia dalam satu bulan ke depan," pungkas dr Tiniap.
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Arnold-tiniap-3097.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Rumah Sakit Umum Provinsi Papua Barat (RSUP PB) mengumumkan bahwa pada akhir Juni 2025, fasilitas kesehatan akan mulai menyediakan layanan hemodialisis (cuci darah) bagi pasien gagal ginjal serta unit layanan pemeriksaan jantung.
Hal ini disampaikan oleh Direktur RSUP PB dr Arnoldus Tiniap, kepada wartawan di Depan Rumah Sakit Umum Provinsi Papua Barat, Rabu (28/5/2025).
dr Arnodus menjelaskan, bahwa persiapan untuk membuka layanan ini telah dimulai sejak tahun 2023 melalui kerja sama operasional (KSO) dengan pihak ketiga.
Baca juga: Taufiqqurahman: Pelayanan Rehabilitasi Napza di RSUP, Langkah Maju Tangani Penyalahgunaan Narkoba
Baca juga: Non-Nakes RSUP Papua Barat Tuntut Hak dan Kejelasan Data Pemberkasan CPNS
Melalui KSO, pihak ketiga akan memasang alat hemodialisis, sementara RSUP PB akan menanggung biaya operasional dan pemeliharaan alat tersebut.
"Kami hanya membayar biaya operasional karena pemeliharaan alat akan dikelola oleh mitra kami," ujarnya.
Selain itu, visitasi dari ahli nefrologi telah dilakukan untuk menilai kesiapan fasilitas yang disediakan.
"Secara administratif, semua persyaratan telah terpenuhi," tambah dr Tiniap.
Saat ini, RSUP PB menunggu konfirmasi dari Kementerian Kesehatan untuk memulai layanan tersebut.
Selama ini, menurut dr Tiniap menyampaikan bahwa banyak pasien gagal ginjal di Papua Barat yang harus dirujuk ke luar daerah, seperti Jayapura dan Biak, untuk mendapatkan layanan hemodialisis.
Dengan adanya fasilitas ini di Manokwari, pasien tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh, sehingga menghemat waktu dan biaya perawata.
Selain itu, RSUP PB juga akan membuka unit layanan pemeriksaan jantung.
Hal ini sejalan dengan komitmen Kementerian Kesehatan yang meminta setiap RSUP memiliki layanan unggulan, seperti kanker, jantung, ginjal, hipertensi, stroke, dan saraf.
"Kami berupaya agar layanan ini bisa segera tersedia dalam satu bulan ke depan," pungkas dr Tiniap.
(*)