Berita Papua Barat
Berikut Penjelasan Markus Waran Soal Peluang Dirinya Maju Pilgub Papua Barat 2029
"Prinsipnya, saya siap jika diberikan mandat. Kalau tidak lewat PDIP pun saya siap. Tapi sebagai kader tentu tetap mendengar perintah pimpinan partai"
Penulis: Fransiskus Irianto Tiwan | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Mawar-40293i.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ketua DPD PDI Perjuangan Papua Barat, Markus Waran, menyatakan kesiapan dirinya untuk bersaing dalam Pemilihan Gubernur Papua Barat tahun 2030, apabila diberikan kepercayaan oleh partai.
Pernyataan tersebut disampaikan Waran saat ditemui di Manokwari, Selasa (3/6/2025).
Markus Waran mengungkapkan, di tubuh PDIP Papua Barat saat ini terdapat dua tokoh asli Arfak yang cukup dikenal dan memiliki rekam jejak kuat, yakni dirinya sebagai Ketua DPD PDIP dan mantan Bupati Manokwari Selatan, serta Bupati Manokwari saat ini, Hermus Indou.
Baca juga: Pilkada Mansel 2024, Markus Waran: Harus Sejuk dan Menyenangkan
Baca juga: PDI Perjuangan Papua Barat Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila di Manokwari, Ini Harapan Markus Waran
"Khusus untuk PDIP, ada dua tokoh Arfak yang tidak asing lagi, yaitu saya sendiri dan Pak Hermus Indou. Kami sama-sama kader partai yang mungkin akan digadang-gadang untuk maju di 2030," kata Markus Waran.
Namun demikian, dirinya menegaskan bahwa mekanisme pemilihan calon kepala daerah di PDIP tetap akan mengacu pada prosedur partai, termasuk melalui survei dan kriteria internal lainnya.
"Partai akan melakukan survei dan penilaian berdasarkan beberapa kriteria. Jadi tidak menutup kemungkinan calon yang diusung bukan hanya saya atau Hermus, bisa saja dari figur lain jika memenuhi syarat dan hasil survei memadai," tegas Waran.
Lebih lanjut, Markus Waran menekankan bahwa dirinya sebagai kader struktural partai siap mengikuti arahan dan keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
"Kalau saya sebagai Ketua DPD, dan nanti misalnya partai memutuskan rekomendasi kepada Hermus atau pihak lain yang hasil surveinya lebih tinggi, saya siap mengikuti. Tapi kalau saya yang diberikan kepercayaan, saya juga siap maju," ujarnya.
Ia juga menyatakan kesiapannya untuk tetap melangkah dalam kontestasi politik ke depan, baik melalui dukungan partai maupun jalur alternatif, selama tetap dalam koridor aturan politik yang berlaku.
"Prinsipnya, saya siap jika diberikan mandat. Kalau tidak lewat PDIP pun saya siap. Tapi sebagai kader, tentu saya tetap mendengar perintah pimpinan partai," pungkasnya.
(*)