Jumat, 24 April 2026

Berita Papua Barat

Ali Baham Temongmere Usul Patokan Tinggi Badan Paskibra Diturunkan, Ini Alasannya

"Ada pertanyaan begini. Memangnya, kalau mau hormat bendera itu tinggi badan itu harus berapa?" kata Ali Baham Temongmere.

Tayang:
Penulis: R Julaini | Editor: Libertus Manik Allo
zoom-inlihat foto Ali Baham Temongmere Usul Patokan Tinggi Badan Paskibra Diturunkan, Ini Alasannya
TRIBUNPAPUABARAT.COM/RACHMAT R JULAINI
Sekda Papua Barat, Ali Baham Temongmere 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Sekretaris Daerah Papua Barat, Ali Baham Temongmere, menyatakan dirinya berharap ada keterwakilan secara representatif seluruh daerah di Papua Barat dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di tingkat nasional.

Hal itu dinyatakan Ali Baham Temongmere disela-sela sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi Kesbangpol se-Papua Barat, Selasa (24/6/2025).

Ali Baham Temongmere sempat bertanya kepada Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah, Direktorat Jendral Otonomi Daerah Kemendagri, Drajat Wisnu Setyawan, mengenai patokan tinggi badan para calon Paskibra.

Baca juga: Mugiyono: Seleksi Paskibra Manokwari Transparan dan Tanpa Interfensi, 170 Peserta Lanjut TWK

Baca juga: 109 Peserta Lolos Seleksi Paskibra Tingkat Kabupaten Manokwari, Berikut Penjelasan Alex Molle

"Memang, tinggi badan itu, pak Direktur (Drajat Wisnu Setyawan) tidak bisa dikasih turun sedikit kah untuk paskibra?" tanya Ali Baham Temongmere.

Ali Baham Temongmere menilai, jika tinggi badan calon Paskibra masih berlaku sesuai ketentuan yakni putra 170-180 cm sedangkan putri 165-175 cm hal itu dinilainya menimbulkan sejumlah pertanyaan.

"Ada pertanyaan begini. Memangnya, kalau mau hormat bendera itu tinggi badan itu harus berapa?" kata Ali Baham Temongmere.

Ia menilai, patokan tinggi badan memang mengejar keindahan baris berbaris.

Tetapi disisi lain, menurut Ali Baham, muatan keterwakilan dalam konteks kebhinekaan bahwa orang pendek merasa diri sebagai anak bangsa tidak terjadi.

Ali Baham berangan-angan ada masa ketika orang pendek juga memiliki tempat dan masa untuk menjadi Paskibra.

"Misalnya tahun ini Paskibra kita itu diisi orang-orang pendek. Tahun berikutnya menengah. Selanjutnya orang-orang tinggi," ucapnya.

"Karena (harapan saya) anak-anak di gunung itu juga bisa ikut (jadi Paskibra) nasional. Karena memang persyaratannya begitu (harus tinggi), sedangkan profil anak-anak kita di gunung banyak yang pendek-pendek," sambung Ali Baham.

Dia menyatakan dengan demikian, pihaknya mengusulkan agar ada paskibra dengan postur tubuh lebih pendek dari ketentuan saat ini yang sedang berlaku.

"Itu usulan dari Papua Barat. Maksudnya supaya ada keterwakilan orang pendek dari seluruh Indonesia," tuturnya.

"Nah ini sedikit humorlah atau intermezo. Tapi mungkin nanti bisa (terwujud)," tandasnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved