Minggu, 12 April 2026

Berita Manokwari

Operasi Patuh Mansinam 2025 Berakhir, Tilang Manual Meningkat

"Kami lebih utamakan pencegahan melalui sosialisasi. Tapi penindakan tetap dilakukan setiap hari selama masih ada pelanggaran di jalan"

Tayang:
zoom-inlihat foto Operasi Patuh Mansinam 2025 Berakhir, Tilang Manual Meningkat
TribunPapuaBarat.com//Frans
Kasat Lantas Polresta Manokwari Iptu Nurfah 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Operasi Patuh Mansinam 2025 telah berakhir.

Polresta Manokwari melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) mencatat, jumlah tilang kali ini 101.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan jika dibandingka tahun lalu sebanyak 72.

Baca juga: Polres Kaimana Gelar Operasi Patuh Mansinam 2025 Dua Pekan

Baca juga: Hari Pertama Operasi Patuh Mansinam 2025, 31 Ranmor Terjaring Razia Polres Kaimana 

"Sementara jumlah teguran justru menurun dari 631 pada 2024 menjadi 298," ungkap Kasat Lantas Polresta Manokwari Iptu Nurfah saat diwawancarai wartawan di Mapolresta Manokwari, Selasa (29/7/2025).

Lanjut Nurfah, tak menggunakan helm menjadi pelanggaran yang kerap ditemui pada Operasi Patuh Mansinam 2025.

Kendati demikain sambung Nurfah, jenis pelanggaran itu mengalami penurunan dari tahun lalu.

"Untuk tahun ini yang tidak gunakan helm 198 pengendara. Sementara tahun lalu mencapai 300," bebernya lagi.

Nurfah pun merincikan, pelanggaran yang didapati ketika Operasi Patuh Mansinam 2025 ialah, melawan arus (2 ), berkendara di bawah umur (35), berboncengan lebih dari satu orang (22) dan tidak menggunakan sabuk keselamatan (31).

 

"Untuk barang bukti yang disita selama operasi meliputi 6 SIM, 11 STNK, dan 84 unit kendaraan bermotor. Angka ini meningkat dari 62 unit tahun lalu," ujarnya.

Lebih lanjut Nurfah mengatakan, pada Operasi Patuh Mansinam 2025, sepeda motor yang terlibat pelanggaran juga mengalami peningkatan yakni, 327 dari data tahun lalu 314.

Tak hanya itu, peningkatan juga terjadi pada mobil penumpang yakni 40 dan mobil barang 32.

"Sebagian besar pelanggar berasal dari usia produktif. Kelompok usia 16–20 tahun paling banyak tercatat sebagai pelanggar, yaitu 103 orang. Mayoritas merupakan pelajar,” jelasnya.

Adapun lokasi pelanggaran paling banyak ditemukan di kawasan pemukiman 281 kasus dan area pusat perbelanjaan 94 kasus.

"Kami juga mencatat tiga kasus kecelakaan lalu lintas selama operasi," tuturnya.
 
Kendati demikian ia mengatakan, dari tiga laka lantas itu tak menimbulkan korban jiwa. 

Nurfah menambahkan, meski angka pelanggaran meningkat, Satlantas Polresta Manokwari tetap mengedepankan upaya edukasi.

"Kami lebih utamakan pencegahan melalui sosialisasi. Tapi penindakan tetap dilakukan setiap hari selama masih ada pelanggaran di jalan. Jika Manokwari sudah bebas dari pelanggaran dan tertib berlalu lintas, kami akan hentikan kegiatan penindakan," tegas Iptu Nurfah.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved