Kebakaran Bengkel Truk di Manokwari Diduga Akibat Korsleting Listrik
"Karena yang kebakaran salah satunya ini bengkel. Bahan bakunya masih ada (ikut terbakar) utamanya ban," ucap Agustinus Rumbino.
Penulis: R Julaini | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Satpol-PP-Papua-Barat-Agustinus-Rumbino.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kebakaran di Jalan Drs Esau Sesa, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, diduga akibat korsleting listrik.
Akibat korsleting listrik, satu unit usaha berupa bengkel truk dan rumah bekas stan kayu atau mebel ikut terbakar hingga rata dengan tanah.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Papua Barat, Agustinus Rumbino, Rabu (30/7/2025).
Disela-sela peninjauan lapangan,ia menyatakan api diduga berasal dari korsleting listrik dari salah satu rumah di belakang bekas mebel.
"Tadi ada saksi yang bilang apinya berasal dari bagian atas," kata Agustinus Rumbino.
Baca juga: Bengkel Truk dan Stan Kayu Ludes Terbakar di Manokwari, Petugas Sempat Kesulitan
"Itu dari rumah atas nama Pak Ilham. Kami dapat informasi dari Pak Nanang yang bekerja di bengkel truk," ujar Agustinus Rumbino.
Dia mengatakan api baru berhasil dipadamkan setelah dua jam sejak kebakaran dilaporkan.
Pemadaman diakuinya cukup lama karena adanya angin kencang dan padatnya kendaraan yang melintas di Drs Esau Sesa.
Dia memperkirakan kebakaran itu mengakibatkan rugi bagi para korban di atas 100 juta rupiah.
"Karena yang kebakaran salah satunya ini bengkel. Bahan bakunya masih ada (ikut terbakar) utamanya ban," ucap Agustinus Rumbino.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.
| Semarak Hardiknas, Pemuda Fakfak Gagas Rumah Baca Siboban |
|
|---|
| 3 Sorotan Tajam PGRI Fakfak di Hardiknas: Dari Digitalisasi hingga Nasib Guru |
|
|---|
| Dari Guru Pedalaman ke Legislator, Roy Masyewi Terus Suarakan Pendidikan di Papua |
|
|---|
| Semangat Hardiknas, DPRK Teluk Bintuni Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kolaborasi Daerah |
|
|---|
| Klarifikasi PT Layar Nusantara Gas: 28 Pekerja di Tofoi Bukan Bagian Proyek Kami |
|
|---|