Info Fakfak
Kampus Polinef Dorong Kreativitas Mahasiswa Lewat Jurusan Baru Agribisnis Perkebunan
Targetnya praktik berbasis proyek, dan untuk edisi pertama mahasiswa diarahkan memanfaatkan serta mengurangi limbah
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/polinef-buka-prodi-baru.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) Papua Barat resmi membuka jurusan baru Sarjana Terapan Pengelolaan Agribisnis Perkebunan.
Program ini menghadirkan matrikulasi berbasis daur ulang limbah atau barang bekas, yang kini memacu mahasiswa untuk berkreasi sekaligus berinovasi.
Dosen Pengampu Pengelolaan Agribisnis Perkebunan Polinef, Petrus Oktavianus H, menyampaikan bahwa sistem pembelajaran menggunakan model batch learning sehingga selaras dengan sejumlah mata kuliah yang ia ampu.
“Targetnya praktik berbasis proyek, dan untuk edisi pertama mahasiswa diarahkan memanfaatkan serta mengurangi limbah di sekitar Kota Fakfak,” ujarnya kepada Tribunpapuabarat.com, Selasa (2/6/2026).
Menurut Petrus, limbah rumah tangga menjadi fokus awal yang diintegrasikan dengan sistem agribisnis melalui penerapan teknologi dan inovasi.
Baca juga: Mahasiswa Polinef Hadirkan Inovasi untuk Papua Barat, dari Aplikasi AI hingga Energi Terbarukan
“Misalnya, kami mengajak mahasiswa memanfaatkan galon air minum bekas untuk pertanian hidroponik,” jelasnya.
Ia menuturkan, matrikulasi daur ulang limbah telah berjalan sejak jurusan ini dibuka.
Saat ini terdapat sekitar 22 mahasiswa aktif yang mengikuti program tersebut.
Meski masih baru, kegiatan sudah melalui dua tahapan, yakni perancangan media dan pembibitan.
Dari total 18 kali pertemuan, delapan di antaranya menggabungkan teori dan praktik.
Petrus menekankan pentingnya jurusan ini bagi kebutuhan daerah.
Baca juga: Polinef Mantapkan Peran Sebagai Kampus Vokasi Unggulan di Papua Barat
“Agribisnis Perkebunan membuka peluang inovasi baru. Sasaran lulusan adalah mencetak mahasiswa dengan mindset pengusaha, yang mampu memanfaatkan potensi lingkungan sekitar untuk berkembang,” tegasnya.
Lelaki asal Sumatera Utara itu menambahkan, Fakfak sangat membutuhkan lulusan agribisnis karena potensi daerah yang besar.
Ke depan, mahasiswa juga akan diarahkan mengelola limbah dari Pasar Thumburuni Fakfak.
“Dengan kontribusi nyata kepada masyarakat, kami berharap jurusan ini dapat menarik minat calon mahasiswa dari berbagai daerah di Tanah Papua,” ujarnya.
Petrus menutup dengan menekankan relevansi program terhadap isu ketahanan pangan.
“Manusia butuh makan setiap hari. Dari konsep itu kita belajar memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Agribisnis mengajarkan hal tersebut, sejalan dengan visi misi Presiden Prabowo Subianto soal ketahanan pangan,” pungkasnya.
| Kapolres Fakfak Pimpin Sertijab 9 Pejabat Utama dan Kapolsek |
|
|---|
| Hadiri Lomba Paduan Suara Santo Yosep Fakfak, Nurwidayati: Sarana Pengembangan Talenta |
|
|---|
| Generasi Alpha Kampung Patipi Pasir Fakfak Antusias Nobar Film Dokumenter "Pesta Babi" |
|
|---|
| Retribusi Pala Fakfak Tumbuh pada Mei 2026, Transaksi Trading Lokal Capai Rp11, 3 Miliar |
|
|---|
| Majelis Taklim Subulussalam Fakfak Isi Libur Panjang dengan Piknik Kebersamaan |
|
|---|