Berita Manokwari
Ribuan Warga Manokwari Daftar CKG tapi Belum Periksa Kesehatan, Ini Penjelasan Mikael Osok
Namun, jika dalam waktu 30 hari tidak hadir, maka tiket atau kode undangan akan kadaluarsa dan peserta harus melakukan pendaftaran ulang
Penulis: Fransiskus Irianto Tiwan | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/dinkes-mkw-soal-CKG.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ribuan warga Kabupaten Manokwari yang telah terdaftar dalam aplikasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) belum memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan oleh Dinas Kesehatan setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Mikael Osok, mengungkapkan bahwa dari 8.000 warga yang telah mendaftar melalui aplikasi CKG, baru sekitar 5.000 orang yang datang untuk menjalani pemeriksaan.
“Yang terdaftar di aplikasi itu lebih dari 8.000 orang, tapi yang datang berobat baru sekitar 5.000. Artinya masih ada sekitar 3.000 warga yang belum datang.
Bisa jadi mereka belum sempat atau memang tidak datang sama sekali,” ujar Mikael saat ditemui di Manokwari, Senin (20/10/2025).
Mikael menjelaskan, warga yang telah mendaftar seharusnya menerima notifikasi di ponsel masing-masing mengenai jadwal pemeriksaan.
Namun, jika dalam waktu 30 hari tidak hadir, maka tiket atau kode undangan akan kadaluarsa dan peserta harus melakukan pendaftaran ulang.
“Kalau sudah mendaftar, mereka akan dapat notifikasi di HP untuk datang berobat sesuai jadwal. Tapi kalau lewat 30 hari tidak datang, tiketnya otomatis hangus dan harus daftar ulang,” jelasnya.
Baca juga: Dinkes Manokwari Mulai Gencar Cek Kesehatan Gratis di 131 Sekolah Dasar
Ia menambahkan, target layanan CKG di wilayah Manokwari Barat disesuaikan dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 99 ribu jiwa. Namun, capaian saat ini masih jauh dari target.
“Target kita sesuai jumlah penduduk Manokwari Barat, hampir 99 ribu jiwa. Tapi capaian itu masih rendah,” katanya.
Menurut Mikael, rendahnya partisipasi masyarakat disebabkan oleh kurangnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Padahal, kata Mikael, program CKG bertujuan untuk mendeteksi penyakit sejak dini, bukan untuk pengobatan bagi yang sudah sakit.
“Program ini bukan untuk orang sakit, tapi untuk orang sehat yang ingin tahu kondisi kesehatannya. Jadi sangat tergantung pada kesadaran pribadi,” ujarnya.
Selain itu, ia mengakui bahwa sebagian masyarakat belum terbiasa menggunakan ponsel Android, yang menjadi sarana utama pendaftaran layanan CKG. Meski demikian, warga tetap bisa mendaftar secara manual di Puskesmas.
“Masih banyak yang belum paham cara pakai HP Android. Tapi kalau tidak punya HP, bisa langsung datang ke Puskesmas. Petugas sudah siap membantu pendaftaran manual,” tambahnya.
Mikael pun mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Manokwari agar memanfaatkan program CKG dengan sebaik-baiknya demi menjaga kesehatan sejak dini.
Cek Kesehatan Gratis (CKG)
Mikael Osok
Dinkes Manokwari
Papua Barat
Aplikasi CKG
Capaian CKG di Manokwari
Eksklusif
| Gabungan Ormas di Manokwari Serukan Papua Damai: Stop Operasi Militer di Wilayah Sipil |
|
|---|
| Yohanes Lebang Usulkan Transformasi TWA Gunung Meja dengan Skema IAD |
|
|---|
| PAD Mansel Ditargetkan Tembus Rp10 Miliar, Bupati Bernard Dorong OPD Maksimalkan Potensi Daerah |
|
|---|
| Zero Halinar, Tekad Lapas Kelas IIB Manokwari Jaga Integritas |
|
|---|
| Mahasiswa Poltekkes Sorong Musyawarah Desa PKL Terpadu di Kelurahan Padarni Manokwari |
|
|---|