Minggu, 24 Mei 2026

Dinas Pertanian Manokwari Ungkap Kendala Pembangunan Pabrik Baru

‎Menurut Serdion Rahawarin, Pemerintah Kabupaten Manokwari terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi kendala itu

Tayang:
zoom-inlihat foto Dinas Pertanian Manokwari Ungkap Kendala Pembangunan Pabrik Baru
TribunPapuaBarat.com/Fransiskus Irianto Tiwan
PABRIK PENGOLAHAN - Plt Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Manokwari, Serdion Rahawarin, Jumat (24/10/2025). Ia mengatakan upaya pengembangan pabrik pengolahan hasil pertanian di daerah masih terkendala modal dan lahan. 

‎TRIBUNPAPUABARAT.COM,MANOKWARI - ‎Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, Papua Barat, masih menghadapi sejumlah kendala dalam upaya pengembangan pabrik pengolahan hasil pertanian di daerah tersebut. 

Dua di antara hambatan utama adalah faktor permodalan dan keterbatasan lahan.

‎Plt Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Manokwari, Serdion Rahawarin, mengatakan hingga kini baru ada satu pabrik yang beroperasi. 

Ia berharap ada penambahan pabrik baru, namun prosesnya masih terkendala kesiapan modal dari pihak koperasi pengusul.

‎“Kami mengharap juga ada pabrik-pabrik lain yang sudah diusulkan oleh Pemda Manokwari, tetapi kami masih terkendala dengan modal,” ujar Serdion Rahawarin kepada Tribunpapuabarat.com, Jumat (24/10/2025).

Berdasarkan ketentuan, ucapnya, koperasi yang ingin mendirikan pabrik harus memiliki modal awal sebesar 30 persen dari total nilai investasi.

Baca juga: Samaun Dahlan Sentil Dinas Pertanian Kabupaten Fakfak, Ini Alasannya



‎“Kalau pabriknya nilainya dua ratus miliar, ya harus ada modal sekitar tiga puluh persen dari itu. Jadi sekitar enam puluh miliar harus disiapkan dulu,” katanya.

‎Selain faktor modal, Serdion Rahawarin juga menyoroti keterbatasan lahan yang dimiliki saat ini.

‎“Untuk mendukung satu pabrik, kita butuh lahan sekitar 3.750 hektare. Lahan yang tersedia sekarang baru sekitar 2.000 hektare. Itu belum cukup untuk memenuhi kapasitas produksi,” ujarnya.

‎Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Manokwari terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi kendala itu, termasuk mendorong kerja sama antara koperasi dan investor.

‎“Pemerintah daerah tetap berupaya membantu, tapi koperasi juga harus siap dari sisi permodalan. Tanpa kesiapan modal dan lahan, sulit bagi kita untuk kembangkan pabrik baru,” kata Serdion Rahawarin.

‎Pemerintah berharap, dengan terpenuhinya syarat modal dan lahan, ke depan industri pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Manokwari tumbuh lebih pesat sehingga memberikan nilai tambah bagi petani lokal.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved