Kamis, 7 Mei 2026

Harga Cabai Turun Hampir 50 Persen di Pasar Wosi Manokwari

Ia menyebut selama periode Nataru harga cabai sempat berada pada kisaran Rp 120.000 sampai Rp140.000 per kilogram di Pasar Wosi

Tayang:
zoom-inlihat foto Harga Cabai Turun Hampir 50 Persen di Pasar Wosi Manokwari
Tribunpapuabarat.com/Matius Pilamo Siep
MULAI TURUN - Harga sejumlah komoditas hortikultura mulai turun di Pasar Wosi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Hal itu diungkapkan Risna saat ditemui TribunPapuaBarat.com di Pasar Wosi, Minggu (4/1/2026). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Harga sejumlah komoditas hortikultura mulai turun di Pasar Wosi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Penurunan harga ini terjadi seiring berkurangnya aktivitas belanja masyarakat setelah perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Satu pedagang di Stan Jamal Pasar Wosi, Risna, mengatakan kenaikan harga hortikultura sempat terjadi secara bertahap selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) dipicu oleh meningkatnya permintaan dari masyarakat.

“Waktu Nataru permintaan cukup tinggi, harga ikut naik. Sekarang pembeli mulai berkurang sehingga harga pun perlahan menurun,” ujarnya saat ditemui Tribunpapuabarat.com, di Pasar Wosi, Manokwari, Minggu (4/1/2026).

Ia menyebut selama periode Nataru harga cabai sempat melonjak hingga berada pada kisaran Rp 120.000 sampai Rp140.000 per kilogram. 

Baca juga: Manokwari "Memanas" Harga Cabai di Pasar Wosi Tembus Rp120 Ribu per Kilogram 

 

“Sekarang harga cabai turun di kisaran Rp 70.000 sampai Rp 80.000 per kilogram,” katanya.

Untuk komoditas bawang merah, Risna menyebutkan harganya masih relatif stabil dan belum mengalami perubahan berarti. 

Saat ini bawang merah dijual dengan harga Rp 75.000 hingga Rp 80.000 per kilogram, masih sama waktu Nataru.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah komoditas hortikultura lainnya seperti bawang putih, tomat, dan beberapa jenis sayuran masih dijual dengan harga yang stabil dan belum menunjukkan fluktuasi signifikan.

Pedagang berharap kondisi harga yang mulai stabil ini dapat mendorong kembali minat beli masyarakat, sekaligus menjaga daya beli warga pasca-perayaan hari besar keagamaan.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved