STIH Manokwari
STIH Manokwari Wisuda 224 Sarjana Hukum Angkatan ke-41
Dr. Filep Wamafma, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi berkualitas dan berintegritas
Penulis: Fransiskus Irianto Tiwan | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/angkatan-41-STIH-Mkw.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Sebanyak 224 lulusan Program Studi Ilmu Hukum Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari mengikuti prosesi wisuda angkatan ke-41 yang digelar pada Jumat (27/3/2026).
Prosesi ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk memasuki dunia profesional sekaligus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua, khususnya di bidang hukum dan pelayanan publik.
Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi berkualitas dan berintegritas.
Menurutnya, kehadiran kampus di Papua merupakan bagian dari upaya menghadirkan negara melalui sektor pendidikan.
“Kita bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi juga bagian dari pembangunan bangsa,” ujar Filep.
Ia menambahkan, proses melahirkan pemimpin daerah membutuhkan perjalanan panjang, komitmen, serta kerja keras seluruh elemen pendidikan.
Filep menyebutkan, banyak alumni STIH Manokwari yang kini berkiprah di sektor pemerintahan, lembaga legislatif, maupun institusi penegakan hukum sebagai hakim, jaksa, dan pengacara.
Baca juga: Polda Papua Barat dan STIH Manokwari Ikat Kerja Sama Wujudkan Pusat Studi Kepolisian
Capaian tersebut, lanjutnya, menjadi bukti nyata kontribusi kampus dalam mencetak lulusan yang kompeten dan mampu bersaing di dunia kerja.
Di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin ketat, STIH Manokwari terus melakukan pembenahan melalui penguatan kurikulum, peningkatan kualitas tenaga pengajar, serta pengembangan riset dan pengabdian masyarakat.
Kampus juga mulai mengembangkan sistem pembelajaran berbasis teknologi untuk menjawab tantangan era digital.
Filep menekankan, dukungan pemerintah dan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mendorong kemajuan perguruan tinggi di Papua, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.
Mengakhiri sambutannya, ia berpesan kepada para lulusan agar senantiasa menjaga integritas, menjunjung tinggi etika profesi, serta terus mengembangkan kapasitas diri.
“Jadilah sarjana hukum yang hadir memberikan solusi bagi masyarakat dan mampu membawa perubahan positif bagi pembangunan di Papua,” pesannya.