2.000 Casis Ikuti Seleksi Bintara Polri 2026, Kapolda Tegaskan Transparansi
Seleksi Bintara Polri 2026 di Papua Barat diikuti ribuan peserta dengan persaingan ketat dan proses transparan.
Penulis: Fransiskus Irianto Tiwan | Editor: Roifah Dzatu Azmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Kapolda-Papua-Barat-Irjen-Pol-Alfred-Papare-2026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Seleksi Bintara Polri 2026 di Papua Barat diikuti sekitar 2.000 peserta dengan persaingan ketat.
- Peserta harus melewati berbagai tahapan ujian dengan rasio kelulusan sekitar 1 banding 10.
- Polda Papua Barat menegaskan proses berjalan transparan dan bebas dari praktik kecurangan.
TRIBUNPAPUABARAT.COM.MANOKWARI - Proses penerimaan Bintara Polri tahun 2026 di Papua Barat tengah berlangsung dan diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai daerah.
Rekrutmen ini dilaksanakan secara terbuka dengan sistem seleksi reguler, tanpa adanya jalur khusus seperti program Bintara Noken maupun skema otonomi khusus.
Dalam tahapan seleksi, para calon siswa (casis) harus melewati sejumlah ujian, di antaranya administrasi, kesehatan, tes akademik, kesamaptaan jasmani, serta psikologi.
Seluruh tahapan tersebut memiliki bobot nilai masing-masing yang akan menentukan kelulusan peserta secara keseluruhan.
Baca juga: Kapolda Papua Barat: Komunikasi Jadi Kunci Redam Konflik di Papua Barat
Dengan jumlah peserta yang cukup besar, persaingan menjadi sangat ketat.
Rasio kelulusan diperkirakan mencapai 1 banding 10, sehingga hanya peserta dengan nilai terbaik yang berpeluang lolos.
Sementara itu, kuota penerimaan masih menunggu keputusan dari Mabes Polri dan biasanya diumumkan pada tahap akhir seleksi.
Kapolda Papua Barat, Alfred Papare, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan tidak mentolerir praktik kecurangan dalam bentuk apapun.
Ia mengingatkan agar peserta maupun orang tua tidak mudah percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
“Kelulusan ditentukan oleh kemampuan masing-masing peserta, bukan karena pembayaran. Jika ada yang menawarkan bantuan dengan imbalan, itu jelas penipuan,” ujarnya.
Baca juga: Eks Pengurus Pertina Papua Barat Soroti Dualisme Tinju, Minta Fokus pada Prestasi Atlet
Kapolda juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan kepada Propam apabila menemukan indikasi pelanggaran, karena telah disediakan sarana pengaduan di setiap lokasi tes.
Selain itu, ia menambahkan bahwa proses rekrutmen Polri saat ini mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), sehingga seluruh tahapan dapat dipantau secara terbuka oleh peserta maupun pengawas internal dan eksternal.
Ia berharap para peserta dapat mengikuti seleksi dengan jujur dan menjunjung tinggi sportivitas, serta memaksimalkan potensi yang dimiliki.
“Siapkan diri dengan baik, percaya pada kemampuan sendiri, dan jangan tergoda jalan pintas. Kami ingin menghasilkan anggota Polri yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” tegasnya.
Melalui proses seleksi ini, diharapkan lahir generasi anggota Polri yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan tugas ke depan, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua Barat. (*)
| Kapolda Papua Barat: Komunikasi Jadi Kunci Redam Konflik di Papua Barat |
|
|---|
| Eks Pengurus Pertina Papua Barat Soroti Dualisme Tinju, Minta Fokus pada Prestasi Atlet |
|
|---|
| Kapolda Papua Barat Tatap Muka Tokoh Lintas Agama, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas |
|
|---|
| Jaga Mutu dan Kualitas, Petani dan Pedagang Pala di Fakfak Sepakati Satu Harga Standar |
|
|---|
| Drainase Buruk, Jalan Utama di Kawasan Sowi II Manokwari Kerap Dilanda Banjir |
|
|---|