Korban Ledakan Bom di Biak Bertambah, Ini Update Daftar Identitas Korban
Korban ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Biak bertambah menjadi enam orang, setelah Mina Puadi meninggal dunia di RSUD Biak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/kerusakan-akibat-ledakan-bom-di-Kampung-Yenures.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ledakan bom sisa PD II di Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Minggu (31/5/2026), awalnya menewaskan lima orang; kini bertambah satu korban, Mina Puadi (51), yang meninggal setelah operasi darurat.
- Tim gabungan menemukan 13 potongan tubuh korban di area sekitar TKP, sementara tiga orang masih dinyatakan hilang.
- Total korban luka tercatat 18 orang, dua di antaranya dirawat di RSUD Biak, dan 56 warga mengungsi.
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Korban ledakan bom peninggalan Perang Dunia (PD) II bertambah satu orang.
Diketahui bom sisa PD II meledak di Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Papua, pada Minggu (31/5/2026).
Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan Tribun-Papua.com, ledakan terjadi tepat pukul 14.45 WIT, di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota.
Sebelumnya korban meninggal berjumlah 5 orang, dan update pada Selasa (2/6/2026) bertambah 1 orang.
Korban terbaru, Mina Puadi (51) meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Biak pada Selasa (2/6/2026) dini hari.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan kronologi korban meninggal dunia.
"Mina Puadi awalnya hanya terlihat mengalami luka di bagian dahi. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan medis yang lebih mendalam, ternyata ditemukan patah tulang rusuk dan pendarahan pada organ limpa," ungkapnya dalam rilis pers diterima Tribun-Papua.com di Jayapura, Selasa (2/6/2026).
Melihat kondisi tersebut, tim medis RSUD Biak langsung mengambil tindakan operasi darurat pada Senin (1/6/2026) sore.
"Kondisinya sempat stabil pascaoperasi, namun kembali menurun drastis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa dini hari sekira pukul 04.06 WIT," tambahnya.
Baca juga: Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak: 5 Tewas dan 3 Masih Hilang, Bagian Tubuh Ditemukan di Air
Selain update korban meninggal, sejauh ini tim gabungan juga menemukan potongan tubuh korban yang saat ini masih belum terindetifikasikan.
“Tim gabungan terus melakukan penyisiran dan evakuasi korban yang belum ditemukan. Hari ini, dengan dibantu penuh oleh personel Basarnas, kami menemukan 13 serpihan atau potongan bagian tubuh korban di area ring dua,” ujar AKBP Ari Trestiawan saat menggelar konferensi pers di Posko Basarnas Biak, Senin malam.
Identitas Korban
Hingga Senin malam, jumlah korban luka akibat ledakan tercatat 18 orang.
Di mana, dua orang di antaranya menjalani perawatan di RSUD Biak. Selain itu, sebanyak 56 warga mengungsi akibat peristiwa tersebut.
"Untuk korban luka ringan terdata 18 orang, untuk dua orang masih dirawat di RSUD Biak. Sementara pengungsi terdata 56 pengungsi, dengan rincian 43 dewasa dan 13 balita," beber Ari.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Tribun-Papua.com di RSUD Biak Numfor, Senin (1/6/2026) pagi, lima korban itu antara lain, Moris Raubaba (24), pekerjaan nelayan yang merupakan warga Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor.
Kemudian korban kedua, Delfin Raubaba (41), pekerjaan nelayan yang tinggal di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor.
Korban ketiga, Karmila Ayorbaba (25), ibu rumah tangga yang tinggal di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor.
Korban keempat atas nama Isrel Raubaba (5 tahun), seorang anak yang tinggal di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor.
Korban kelima atas nama Isra Raubaba (7 tahun), seorang pelajar yang tinggal di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor.
Sedangkan korban yang belum ditemukan jenazahnya ada tiga orang antara lain, Yulianus Raubaba (26 tahun), pekerjaan nelayan yang tinggal di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor.
Selain itu, Anes Marandof (27 tahun) yang beprofesi sebagai nelayan yang tinggal di Kampung Kinmom Distrik Samofa, Lay Madura (45 tahun), seorang nelayan yang tinggal di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi.
Dan korban meninggal bertambah atas nama Mina Puadi (51). (*)
| Temuan Material Sebabkan BPK Beri Opini WDP atas LKPD 2025 Manokwari Selatan |
|
|---|
| Pemda Wondama Kembali Raih WTP atas LKPD 2025, BPK Ingatkan Tindak Lanjut Rekomendasi 60 Hari |
|
|---|
| Berikut Identitas Korban Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor |
|
|---|
| Resmob Jatanras Polda Papua Barat Kembali Ringkus 1 Pelaku Curanmor di Manokwari |
|
|---|
| Kampus UNIPA Perkuat Komitmen Kebangsaan dan Pendidikan di Momen Hari Lahir Pancasila 2026 |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.