Kamis, 30 April 2026

K2BPT Satu-satunya Wadah Resmi di Papua Barat, Apner Itlay: "Kita Orang Gunung Satu"

K2BPT merupakan satu-satunya wadah resmi yang sah secara hukum di Papua Barat, setelah dikukuhkan oleh Dominggus Mandacan

Tayang:
zoom-inlihat foto K2BPT Satu-satunya Wadah Resmi di Papua Barat, Apner Itlay: "Kita Orang Gunung Satu"
Tribunpapuabarat.com/Matius Pilamo Siep
K2BPT - Ketua Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah (K2BPT), Apner Itlay saat diwawancarai media di Asrama Mahasiswa Puncak, Amban, Manokwari (30/4/2026) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ketua Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah (K2BPT) Papua Barat, Apner Itlay, menegaskan bahwa tidak ada pengelompokan seperti Lapago maupun Mepago dalam masyarakat Pegunungan Tengah di Papua Barat.

Ia menekankan bahwa seluruh masyarakat merupakan satu kesatuan yang berada di bawah naungan K2BPT.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Rapat Kerja (Raker) K2BPT yang berlangsung di Asrama Mahasiswa Puncak, Amban, Manokwari, Kamis (30/4/2026).

Menurut Apner, organisasi K2BPT merupakan satu-satunya wadah resmi yang sah secara hukum di Papua Barat, setelah dikukuhkan oleh Dominggus Mandacan pada 7 Januari 2026.

“Tidak ada lagi atas nama Mepago, Lapago, atau lainnya. Saat ini di Papua Barat hanya ada satu wadah, yaitu K2BPT. Kita orang gunung tidak ada dua atau tiga, kita satu,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penegasan tersebut bertujuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat Pegunungan Tengah, khususnya yang berada di wilayah Papua Barat

Apner menyebut bahwa semangat persatuan ini juga tidak terlepas dari sejarah terbentuknya organisasi yang berakar dari Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) di Manokwari.

Baca juga: K2BPT Papua Barat Gelar Raker Perdana, Fokus Konsolidasi dan Penguatan Program

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa, untuk tetap menjaga kebersamaan dan tidak terpecah dalam kelompok-kelompok tertentu.

“Kami hadir di Papua Barat bukan hanya untuk berhimpun, tetapi juga untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah. Mari kita jaga anak-anak kita, mahasiswa. Kita ini satu, tidak ada yang lain,” ujarnya.

Apner juga menyinggung kejadian sebelumnya terkait penyaluran bantuan oleh Pangdam XVIII/Kasuari kepada pihak yang mengatasnamakan K2BPT. 

Ia menegaskan bahwa kejadian serupa tidak boleh terulang kembali.

“Cukup sudah yang lalu. Jangan ada lagi pihak-pihak yang mengatasnamakan K2BPT tanpa koordinasi. Kita adalah satu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa seluruh bentuk koordinasi, komunikasi, hingga penyaluran bantuan kepada masyarakat Pegunungan Tengah harus melalui satu pintu, yakni K2BPT sebagai organisasi resmi.

“Jika ada kegiatan apa pun, baik bantuan maupun undangan kepada masyarakat Pegunungan Tengah, harus melalui satu pintu, yaitu K2BPT,” tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved