Puluhan Orang Minta Tunda Pelantikan Pejabat Administrator Teluk Bintuni
Ia menyebut banyak dari nama-nama yang akan dilantik bukan anak asli tujuh suku di Teluk Bintuni.
Penulis: Syahrul Said Refideso | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Kericuhan-terjadi-menjelang-pelantikan-pejabat-administrator-dan-pengawas.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Kericuhan terjadi menjelang pelantikan pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Dari Pantauan Tribun di Sasana Karya Kantor Bupati Teluk Bintuni, Distrik Manimeri, Senin (22/12/2025), sebagian orang meminta agar kegiatan itu ditunda.
Menurut mereka, acara tersebut karena tidak sesuai harapan mereka.
"Kami ini hanya kerja bakti buat Yo Join (Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy dan Joko Lingara)."
"Kenapa pelantikan hari ini tidak sesuai dengan yang kami inginkan," ujar satu di antara mereka, Abraham Yerkohok.
Baca juga: Kantor Distrik Kaitaro Rusak Berat, Ketua DPRK Teluk Bintuni Minta Bupati Bertindak
Ia menyebut banyak dari nama-nama yang akan dilantik bukan anak asli tujuh suku di Teluk Bintuni.
Abraham mengatakan akan mengecek lagi nama-nama tersebut.
"Pelantikan hari ini kami minta agar ditunda. Mari lihat sama-sama agar saling menguntungkan orang asli tujuh suku," kata Abraham Yerkohok.
Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni, Joko Lingara, menemui para penolakan acara pelantikan tersebut.
"Saya akan coba koordinasi dengan Pak Bupati dulu," ujarnya.
Hingga pukul 14.00 WIT, pelantikan pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Teluk Bintuni itu belum berlangsung.
| Gubernur Dominggus Mandacan Dukung Percepatan Musprov KONI Papua Barat |
|
|---|
| DPRK Bintuni Apresiasi Bupati Yohanis Manibuy Angkat 1.054 Honorer Jadi PPPK Paruh Waktu |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Puluhan Siswa Kelas X SMA Taruna Kasuari Jadi Korban Kekerasan di Sekolah |
|
|---|
| Suku Wamesa Teluk Bintuni Bentuk Panitia Mubes untuk Pemilihan Ketua LMA Baru |
|
|---|
| Kepiting Kokas Dijual di Pasar Rakyat Thumburuni Fakfak, Jadi Urat Nadi Ekonomi Warga |
|
|---|