Rabu, 29 April 2026

Sebulan Akses Internet di Jayapura Putus, Pendapatan Jasa Pengiriman dan Travel Menurun Drastis

Putusnya akses internet di Jayapura, Papua, berimbas negatif terhadap usaha jasa pengiriman dan travel.

Tayang:
Editor: Astini Mega Sari
zoom-inlihat foto Sebulan Akses Internet di Jayapura Putus, Pendapatan Jasa Pengiriman dan Travel Menurun Drastis
(TribunPapua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Suasana di kantor JNE Jln Sam Ratulangi APO, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Putusnya akses internet di Jayapura, Papua, sejak sebulan lalu berimbas negatif terhadap usaha jasa pengiriman dan travel.

Staf Travel Borneo Nusantara, Haswindah mengaku, putusnya jaringan internet sangat mempengaruhi aktivitas dan membuat pemasukannya menurun.

"Penjualan di bulan ini tentu sangat turun, pemasukan kita berada di bawah 70 persen. Karena semua penjualan tergantung pada internet," ujar Haswindah, Senin (31/5/2021).

Biasanya, kata Haswindah, pihaknya langsung melayani masyarakat yang hendak bepergian ke luar daerah.

Namun, saat akses internet putus, ia mengaku sulit berkomunikasi dengan calon pelanggan.

Baca juga: Kapolda Papua Sebut 11 Terduga Teroris di Merauke 5 Kali Rencanakan Pengeboman: Tapi Selalu Gagal

"Sekarang ini kalau ada yang mau membeli tiket, palingan titip nomor kontak di kantor, sambil menunggu kita mencari jaringan internet," ucapnya.

"Kalau ada gangguan seperti ini otomatis kita tetap lumpuh."

Apalagi, hingga kini pihaknya pun belum mendapatkan informasi yang pasti terkait kapan akses internet akan pulih total.

"Hingga kini tidak ada informasi resmi dari pihak Telkom terkait dengan akses jaringan internet," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sucianti, staf JNE yang mengalami hal serupa.

Ia menyebut putusnya akses internet sangat berpengaruh terhadap pendapatan JNE.

"Biasanya kita layani kepada masyarakat hanya butuh waktu 3 hari, namun, saat ini memakan waktu lebih dari 2 minggu," ucap Sucianti.

Input data yang seharusnya bisa dilakukan online kini hanya bisa dilakukan secara offline. 

Baca juga: Kepala BPKAD Mamberamo Raya Papua Ditahan, Diduga Korupsi Dana Covid-19 Rp 3,1 Miliar untuk Pilkada

Hal itu, kata Sucianti, sangat tidak efisien sehingga banyak calon pelanggan yang membatalkan pengiriman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved