Rektor Unipa Manokwari Jelaskan Duduk Perkara Aksi Demo yang Berakhir Ricuh di Kampusnya
Rektor Unipa Meky Sagrim angkat bicara pascainsiden demonstrasi yang berujung anarkis di Unipa.
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Astini Mega Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Rektor-Unipa-Manokwari-Meky-Sagrim.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Rektor Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Papua Barat, Meky Sagrim angkat bicara pascainsiden demonstrasi yang berujung anarkis di Unipa.
Diketahui, massa melakukan demo terkait hasil seleksi lokal calon mahasiswa baru di Unipa.
"Hasil itu sudah dipublikasi sejak Jumat (16/7/2021), namun Senin (19/7/2021) rupanya ada yang merespons (menggelar aksi demo)," ujar Sagrim kepada sejumlah awak media, Kamis (22/7/2021).
Sagrim menuturkan kasus tersebut bermula dari adanya 39 calon mahasiswa baru yang tidak melakukan pendaftaran jalur lokal.
Sehingga mereka tidak masuk di data base Unipa sebagai mahasiswa baru.
Baca juga: Kronologi Demo Tolak UU Otsus Papua di Sorong yang Berakhir Ricuh, Polisi Amankan Beberapa Pendemo
"Ada sekitar 39 mahasiswa yang tidak melaksanakan proses pendaftaran jalur lokal," tuturnya.
"Setelah hasilnya dikeluarkan, datanglah sejumlah mahasiswa, calon mahasiswa serta alumni di kampus."
Massa aksi, kata Sagrim, meminta pihak kampus menerima ke-39 orang tersebut.
"Mereka bertemu dengan Kepala Biro Perencanaan Akademik dan Kemahasiswaan, Kashudi, dan memaksa pihak kampus menerima 39 orang itu," ungkap Sagrim.
Kashudi, menurut Sagrim, saat itu menjelaskan bahwa pihaknya harus menunggu kebijakan dari pimpinan, apakah akan menyelenggarakan tes lokal gelombang dua atau tidak.
Baca juga: Massa Mengatasnamakan Mahasiswa dan Rakyat Papua Gelar Aksi Demo Penolakan Otsus di Manokwari
Padahal menurut Sagrim ke-39 calon mahasiswa baru itu tak mengikut pendaftaran dan juga tak ikut tes sama sekali.
"Karena merasa tidak diterima, maka aksi dimulai dari Senin, Selasa (20/7/2021) dan puncaknya pada Rabu (21/7/2021)," ujar Sagrim.
"Semua fasilitas di fakultas hancur, kecuali di Fakultas Sastra, Peternakan dan Kehutanan."
Kuota Mahasiswa Baru 2021