HUT Ke-48 Tahun, KNPI Manokwari Dinilai Mati Suri
Eksistensi Komite Nasional Indonesia (KNPI), di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, akhir-akhir ini dinilai fakum atau mati suri.
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/GMNI-HMI.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Eksistensi Komite Nasional Indonesia (KNPI), di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, akhir-akhir ini dinilai fakum atau mati suri.
Hal tersebut diakui sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung, di Kabupaten Manokwari.
Ketua Umum DPC GMNI Manokwari, Silas Kalasuat, menuturkan beberapa tahun belakangan, KNPI di daerah ini tidak berjalan seperti biasanya.
Baca juga: Buntut Aksi Demo yang Berakhir Ricuh, Unipa Manokwari Tunda Wisuda dan PKKMB
"Padahal, KNPI adalah wadah dimana tempat bernaung semua pemuda, namun realitasnya malah fakum," ujar Kalasuat, kepada TribunPapuaBarat.com, Jumat (23/7/2021).
Harusnya, usia ke 48 tahun, KNPI hadus lebih dewasa lagi dalam merangkul dan menjadi tempat bernaung anak-anak muda.
"Kita para OKP Cipayung saja, sampai sekarang belum ada komunitas sama ketua KNPI," ucapnya.
Padahal, jika dilihat dari sejarah latar belakang berdirinya KNPI adalah OKP Cipayung tersebut.
"Saya juga meminta agar KNPI juga jangan lupa sejarah, tanpa HMI, GMNI, GMKI, PMKRI dan PMII, maka kalian pun tidak ada," tegas Kalasuat.
Harapan Kalasuat, dengan bertambahnya usia, KNPI di Manokwari harus bisa lebih aktif untuk merangkul lima OKP dan seluruh organisasi pemuda lainnya.
Selain GMNI, keresahan ini pun dirasakan oleh organisasi lain seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manokwari.
Baca juga: Unipa Manokwari Hentikan Seluruh Kegiatan Perkuliahan Pasca-Aksi Demo yang Berujung Ricuh
Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Manokwari, Mataena Lessy, menilai akhir-akhir ini KNPI Manokwari sedang mengalami degradasi atau kemunduran.
"Kehadiran KNPI di Manokwari, harusnya menjadi wadah untuk merangkul seluruh organ kemahasiswaan dan kepemudaan," ucapnya.
Harusnya, KNPI harus bisa gencar melaksanakan agenda-agenda kepemudaan.
"Apalagi, ditengah situasi Pandemi covid-19, KNPI jangan seperti kehilangan taring," tegas Lessy.
"Yang jadi masalah adalah, ketika KNPI hadir di Manokwari, namun malah diam dan tidak bergerak sama sekali," tuturnya.
Harapan Lessy, KNPI harus bisa bangkit kembali, dan bisa mengejar ketertinggalan ini.(*)