Senin, 27 April 2026

Papua Barat Mulai Alami Krisis Oksigen untuk Pasien Covid-19

Juru Bicara Satuan Tugas (Jubir Satgas) Covid-19, dr Arnold Tiniap, menegaskan stok tabung oksigen di sejumlah daerah di Papua Barat, mulai kesulitan

Tayang:
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
zoom-inlihat foto Papua Barat Mulai Alami Krisis Oksigen untuk Pasien Covid-19
(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Juru Bicara Satuan Tugas (Jubir Satgas) Covid-19, dr Arnold Tiniap, menegaskan stok tabung oksigen di sejumlah daerah di Papua Barat, mulai kesulitan untuk didapatkan.

"Kita mau minta dari Kabupaten lain, sementara mereka juga membutuhkan," ujar Tiniap, saat dihubungi TribunPapuaBarat.com, Senin (26/7/2021).

Saat ini, yang dari Kabupaten Kaimana, mau membeli 100 tabung oksigen dari Sorong, namun Wali Kota membatasi.

Baca juga: Dugaan Adanya Oksigen Palsu Ditemukan di Pacitan dan Tulungagung Jawa Timur, Ini Temuan Awalnya

"Jadi masing-masing daerah di Papua Barat, saat ini memang hanya memanfaatkan sumberdaya yang ada untuk memenuhi kebutuhannya," tuturnya.

Pihaknya akan berupaya untuk memasang alat pengisian tabung oksigen, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Barat.

Namun, waktunya disepakati pada Oktober, sehingga pihaknya harus merubah dan mempercepat pemasangannya.

"Kita di Papua Barat, saat ini mulai alami krisis tabung oksigen," ucapnya.

Lebih lanjut, jelas Tiniap, saat ini Kabupaten Teluk Bintuni dan Teluk Wondama, mereka punya mesin produksi oksigen, tetapi kapasitasnya terbatas.

Sehingga, kata Jubir, kedua daerah ini harus mendatangkan dari Manokwari.

"Sementara dari dua tempat produksi, harus melayani semua rumah sakit di Manokwari, jadi kapasitasnya semakin berkurang," ujarnya.

Baca juga: Stok Oksigen Habis, Pasien Covid-19 di NTT Meninggal Dunia di Kursi Puskesmas

"Kalau sudah krisis tabung oksigen, maka bisa berakibat pada kematian," tegasnya.

"Ada pasien yang harus dibantu oleh oksigen, ketika dia mengalami sesak. Namun jika tidak tercukupi bisa saja berujung pada kematian," tutur Tiniap.

Kapasitas Terbatas

Tak hanya itu, Tiniap mengingatkan, agar segera mempersiapkan semuanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved