Warga Adang Ambulans yang Bawa Jenazah Pasien Covid-19, Wawali Serang: Mereka Khawatir Tertular
Aksi pengadangan mobil ambulans yang membawa pasien Covid-19 terjadi di Kota Serang, Banten.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Mobil-Ambulans-milik-RSUD-dr-Haulussy-Ambon.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Aksi pengadangan mobil ambulans yang membawa jenazah pasien Covid-19 terjadi di Kota Serang, Banten.
Diketahui, warga melakukan hal tersebut karena takut terular virus Covid-19.
Wakil Wali Kota Serang, Subadri Ushuluddin membenarkan kejadian tersebut.
Ia menjelaskan, mobil ambulans yang diadang warga berisi jenazah pasien Covid-19.
Korban hendak dimakamkan di TPU Kelebut, pada Sabtu (26/7/2021) malam lalu.
Sedangkan jenazah merupakan warga di perumahan kluster Kalapa Gading.
Sebelum meninggal dunia, korban bekerja di Krakatau Steel (KS).
Baca juga: Tabung Oksigen Menipis, Tiga Pasien Covid-19 Meninggal di RSUD Provinsi Papua Barat
Subadri Ushuluddin, mengatakan warga merasa khawatir tertular virus karena mobil ambulans itu melewati pemukiman warga.
TPU Kelebut berada di dekat pemukiman warga di Kampung Kelebut, Kelurahan Cipocok Jaya, Kecamatan Serang, Kota Serang.
"Masyarakat khawatir tertular. Namanya masyarakat ada yang paham dan belum," tuturnya, kepada TribunBanten.com saat ditemui di kantornya, pada Senin (26/7/2021).
Informasi itu diperoleh Subadri dari seorang warga yang menghubunginya.
Akhirnya, Subadri didampingi aparat TNI dan Polri mendatangi lokasi untuk berkomunikasi dengan warga.
"Kami bersama TNI Polri hadir dan bisa diatasi," kata dia.
Dia memaklumi kejadian itu karena ada sejumlah warga yang belum paham mengenai Covid-19.
Baca juga: Viral Video Bocah Pakai APD Lantunkan Adzan di Makam Ibu, sang Ayah Juga Meninggal karena Covid-19
"Mungkin ada sebagian masyarakat belum mendengar tentang sejauh mana bahaya Covid-19, sehingga ada pertanyaan dari warga dan pengadangan," tuturnya.