Kamis, 23 April 2026

Pedagang di Maliboro Pasang Bendera Putih: Bukan Protes, Kami Menyerah, Tak Bisa Berbuat Apa-apa

Aksi pemasangan bendera putih dilakukan para pedagang di Maliboro sebagai simbol ketidakberdayaan atas kondisi pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

Tayang:
Editor: Astini Mega Sari
zoom-inlihat foto Pedagang di Maliboro Pasang Bendera Putih: Bukan Protes, Kami Menyerah, Tak Bisa Berbuat Apa-apa
(KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO)
Bendera putih dipasang disepanjang jalan Malioboro, Yogyakarta, tanda PKL menyerah hadapi pandemi, Jumat (30/7/2021) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Aksi pemasangan bendera putih dilakukan oleh para pedagang di Maliboro.

Para pedagang mengatakan aksi tersebut bukanlah bentuk protes ke pemerintah.

Bendera putih tersebut, menurut mereka, merupakan simbol ketidakberdayaan dan kesedihan atas kondisi pandemi Covid-19 yang tak kunjung selesai.

"Bukan protes, imbauan supaya mengerti perasaan PKL bahwa ekonomi lumpuh total tidak ada pedagang tidak ada pengunjung," kata Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro, Desio Hartonowati, Jumat (30/7/2021).

"Menyerah secara universal. Kami enggak bisa berbuat apa-apa lagi," ungkapnya.

Baca juga: Kibarkan Bendera Putih, Penjual Gorengan: Biar Pemerintah Tahu kalau Kita Sudah Babak Belur

Bendera putih tersebut dipasang dari jalan masuk Malioboro hingga di depan kantor Gubernur Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.

Harapannya, bendera putih itu juga mengetuk pemerintah untuk memperhatikan nasib para pedagang.

Waktu Berjualan Terbatas

Desio menjelaskan, salah satu kesulitan yang dihadapi para pedagang di tengah aturan jam operasional sangat terasa, terutama pedagang lesehan.

Para pedagang lesehan mulai berjualan pada sore hari.

Sementara itu, waktu batas berjualan adalah maksimal pukul 20.00 WIB.

"Kita buka pukul 18.00 WIB, aturan jam 20.00 WIB tutup. Kami minta kebijakan pemerintah daerah supaya bisa berjualan sampai pukul 23.00 WIB," katanya.

Baca juga: Curhat PKL Kesulitan Cari Uang Selama PPKM: Sekarang Tak Mikir Lauk, Ketemu Nasi Saja Udah Bersyukur

Soal Bantuan

Senada, salah satu pedagang kaki lima di Malioboro, Dimanto (64) mengungkapkan, sejak pandemi Covid-19, dirinya belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

"Ya kalau kaki lima parah, terutama kuliner. Karena sejak Covid-19 ada belum pernah ada bantuan apapun dari pemerintah. Kita mengetuk hati pemerintah supaya memberikan sedikit bantuan kepada terutama pedagang kaki lima yang ada di Malioboro," katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved