Ada 11 Pasien Covid-19 yang Dirawat Perdana di Lokasi Karantina Apung Terpusat KM Sirimau
Pemkot Sorong melaunching KM Sirimau yang dijadikan tempat isolasi terapung terpusat untuk pasien Covid-19 dengan gejala ringan.
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Astini Mega Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/KM-Sirimauuuu.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat, melaunching KM Sirimau yang dijadikan tempat isolasi terapung terpusat untuk pasien Covid-19 dengan gejala ringan.
Acara launching tersebut turut disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melalui Zoom.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Hermanus Kalasuat mengatakan, pasien yang dirawat perdana di kapal tersebut berjumlah sekitar 11 orang.
"Nakes kita yang bertugas di atas kapal sekitar 10 orang, terbagi menjadi dua tim," ujar Hermanus kepada sejumlah awak media, Selasa (24/8/2021).
Baca juga: Fasilitas KM Sirimau yang Jadi Tempat Isolasi Apung Pasien Covid-19 di Sorong
Kata Hermanus, pihaknya terus melakukan sosialisasi.
"Mudah-mudahan masyarakat mau untuk isolasi mandiri di kapal, semoga mereka suka rela untuk mengakses ke sana," tuturnya.
Selain itu, pihaknya baru mendapat data pasien di empat Puskesmas, sementara enam puskesmas lainnya belum.
"Ke depannya, kalau ada pasien dengan gejala ringan, langsung di lakukan penjaringan," imbuh Hermanus.
Sementara itu, Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Sorong, Herlin Sasabone menambahkan, hal-hal yang menyangkut administrasi lain di luar peralatan kesehatan menjadi tanggungjawab BNPB.
Baca juga: Kapal Karantina Pasien Covid-19 Tiba, Pemkot Sorong Siapkan 10 Ambulans
"Kita sudah ajukan proposal ke BNPB, sampai saat ini sedang dalam proses," kata Sasabone.
"Kita sedang bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mempercepat prosesnya," ujarnya. (*)