Breaking News:

Kecam Penyerangan di Posramil Kisor, Kapolda Papua Barat: Di Mana Rasa Kemanusiaannya?

Kapolda Papua Barat menyebut penyerangan di Pos Rayon Militer (Posramil) Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, merupakan tindakan biadab.

(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing menyebut penyerangan di Pos Rayon Militer (Posramil) Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, merupakan tindakan biadab.

"Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang melanda dunia, masih ada manusia mau melakukan tindakan seperti ini. Itu biadab," tegas Sihombing kepada sejumlah awak media, Jumat (3/9/2021).

"Di tengah pandemi Covid-19, masih ada orang yang melakukan tindakan brutal seperti ini. Di mana rasa kemanusiaannya?" tuturnya.

Saat keempat jenazah tiba dan disemayamkan di Aula Praja Vira Tama, Korem 181 Praja Vira Tama.
Saat keempat jenazah tiba dan disemayamkan di Aula Praja Vira Tama, Korem 181 Praja Vira Tama. (TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)

Baca juga: Gubernur Papua Barat Kecam Penyerangan di Posramil Kisor, Minta Warga Tak Takut: Kita Beri Jaminan

Sihombing mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pengumpulan bukti-bukti terkait penyerangan tersebut.

"Kami tetap berusaha untuk tetap profesional dalam menangani perkara ini," ucap Sihombing.

"Terkait ini dilakukan kelompok mana, kami masih dalam pendalaman kami."

Sihombing juga akan menginvestigasi alasan penyerangan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, sekitar 50 orang tak dikenal menyerang Posramil Kisor di Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (2/9/2021) dini hari.

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen I Nyoman Cantiasa menyatakan, para pelaku adalah Kelompok Separatis Teroris (KST) yang ingin mengacaukan situasi keamanan di Papua.

Baca juga: TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab atas Penyerangan di Posramil Kisor, Pangdam: Mereka Cari Panggung

Penyerangan yang dilakukan pukul 03.00 WIT itu mengakibatkan empat prajurit TNI gugur dan dua lainnya mengalami luka berat.

Empat anggota TNI yang gugur adalah Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari, dan Lettu Chb Dirman.

Sementara dua personel yang mengalami luka berat, yaitu Sertu Juliano dan Pratu Ikbal. (*)

Berita terkait lainnya

Penulis: Safwan Ashari Raharusun
Editor: Astini Mega Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved