Viral Sosok Raja Angling Dharma di Pandeglang, Warga Sebut Sultan Jamaludin sebagai Satria Piningit
Dunia maya tengah dihebohkan dengan munculnya Sultan Jamaludin Firdaus, sosok yang disebut-sebut Raja dari Kerajaan Angling Dharma.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Raja-Angling-Dharma.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Dunia maya tengah dihebohkan dengan munculnya Sultan Jamaludin Firdaus, sosok yang disebut-sebut Raja dari Kerajaan Angling Dharma.
Kerajaan Angling Dharma milik Jamaludin ini berada di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kendati disebut sebagai raja, ternyata gelar tersebut tidak diklaim oleh Jamaludin sendiri.
Baca juga: Jubir Sultan Jamaludin Firdaus soal Viral Raja Angling Dharma di Pandeglang: Gayanya Nyentrik
Melainkan dari para warganya yang mengaitkan sosok Jamaludin dengan Satria Piningit dalam ramalan Jayabaya.
"Jadi bukan Raja yang mengklaim dia Raja, bukan. Tapi, memang istilah tersebut mucul dari banyak orang terhadap Raja."
"Sehingga kita menyebutkan bahwa inilah sosok Satria Piningit yang akan muncul di bumi," terang juru bicara Jamaludin, Ki Jamil Badranaya, Rabu (22/9/2021), dikutip dari TribunBanten.
Gelar Raja dan sebutan Satria Piningit disematkan pada Jamaludin karena ia dinilai dermawan.
Mengutip TribunBanten, Ki Jamil menyebut Jamaludin selama ini aktif di bidang sosial yang bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu.
“Baginda semua kegiatannya di bidang sosial, terutama tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat miskin. Intinya, memanusiakan manusia,” jelasnya.
Selama ini, ujar Ki Jamil, Jamaludin selalu memperbaiki atau membangun kembali rumah-rumah warga miskin di sekitarnya.
Jamaludin juga rutin memberikan santunan pada anak yatim piatu.
Hingga saat ini, Jamaludin telah merenovasi rumah 30 warga miskin.
"Hingga saat ini sudah 30 rumah yang dibangun oleh Baginda, dan akan terus bertambah," ucap Ki Jamil, dikutip dari Kompas.com.
Diketahui, biaya renovasi tersebut berasal dari uang pribadi Jamaludin.
“Yang rumahnya tidak layak, Baginda bangun dengan anggaran tidak dari pihak manapun."