Demi Jaringan Internet dan Listrik, Siswa di Sikka Tempuh Perjalanan 5 Jam Seberangi Laut
Sebanyak 23 siswa-siswi kelas 8 SMPN Satap Sukun terpaksa menempuh perjalanan laut selama lima jam demi mencari jaringan internet dan listrik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/23-siswa-siswi-kelas-8-SMPN-Satap-Sukun-Desa-Semparong-Kecamatan-Alok.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Para siswa di daerah pedalaman sering kali harus melalui perjuangan demi bisa menuntut ilmu.
Hal itu dirasakan juga oleh siswa-siswi kelas 8 SMPN Satap Sukun, Desa Semparong, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, NTT.
Sebanyak 23 siswa-siswi kelas 8 SMPN Satap Sukun terpaksa menempuh perjalanan laut selama lima jam demi mencari jaringan internet dan listrik.
Dengan menggunakan perahu motor sewaan, siswa-siswi yang ditemani salah seorang guru SMPN Satap Sukun bertolak dari Pulau Semparong menuju Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka.
Mereka berangkat ke Maumere untuk mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) secara daring.
Sebab, di SMPN Satap Sukun yang berada di pulau terluar Kabupaten Sikka itu tidak memiliki jaringan internet dan listrik.
Baca juga: Viral Dosen Selalu Off Cam saat Pembelajaran Online, Ternyata Sedang Berjuang Lawan Penyakitnya
Perjuangan Seberangi Laut, Ada yang Menangis
Operator SMPN Satap Sukun, Nursadin Latif, menuturkan, sebanyak 23 siswa sekolah itu akan mengikuti ANBK dengan menyewa fasilitas komputer dan internet milik SMK Negeri 1 Maumere, Selasa (5/10/2021).
Nursadin Latif mengungkapkan, untuk sampai di Maumere, mereka harus melewati perjalanan yang cukup menantang bahkan menegangkan.
Perahu motor yang mereka tumpangi kerap dihantam ombak besar.
Ditambah pula risiko terpaan angin kencang.
"Sebenarnya perjalanan ini sangat berisiko, apalagi dalam perjalanan banyak di antara siswa kami yang mabuk, muntah-muntah, dan ada juga yang menangis ketakutan karena hantaman ombak yang terus menerpa. Namun, apalah daya, inilah satu-satunya pilihan kami agar siswa kami bisa mengikuti ANBK," ungkap Nursadin saat dihubungi Kompas.com, Senin (4/10/2021).
"Inilah kondisi yang kami alami di SMPN Satap Sukun. Serba terbatas," sambung dia.
Baca juga: Siswa Kelas 4 SD Jadi Buruh Bongkar Pasang Tenda Hajatan: Buat Beli Kuota Internet untuk Belajar
Menanti Ketersediaan Jaringan Listrik
Ia menyebutkan, semua murid dan guru SMPN Satap Sukun sangat menginginkan jaringan internet dan listrik masuk ke daerah itu.