BI Gelar Ekspedisi Kas Keliling di Wilayah 3T di Papua Barat
BI Papua Barat bekerja sama dengan Koarmada III TNI AL, mengadakan kas keliling ke pulau Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T) di Papua Barat.
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Astini Mega Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Ilustrasi-uang-rupiah.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua Barat, bekerja sama dengan Koarmada III TNI AL, mengadakan kas keliling ke pulau Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T) di Papua Barat dalam rangka memenuhi tugas utama Bank Indonesia (BI) untuk memelihara dan mencapai kestabilan nilai rupiah.
Kegiatan kas keliling ini juga mengambil tema Ekspedisi Cinta Rupiah Kepulauan Kasuari 2021.
Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, James Wilson Lumbantobing.
"BI wajib untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah layak edar (ULE) tidak terkecuali hingga ke seluruh pelosok Indonesia," ujar Lumbantobing, melalui rilis yang diterima TribunPapuaBarat.com, Selasa (2/11/2021).
Baca juga: Viral Hasil Mengejutkan dari Uang Kertas Rupiah yang Difotokopi, Bank Indonesia Beri Penjelasan
Langkah ini dilakukan mengingat pentingnya tugas yang diemban oleh BI sehingga menggelar kas keliling di daerah 3T di Papua Barat.
"Kegiatan kas keliling ini seyogyanya dilakukan oleh BI Papua Barat secara rutin setiap satu tahun sekali," tuturnya.
Namun sejak ekspedisi pertama pada tahun 2019, kegiatan ini terhenti dikarenakan pandemi Covid-19.
Ekspedisi pertama telah dilaksanakan pada 28 Oktober 2019 hingga 2 November 2019 dan singgah di Pulau Waigeo, Pulau Salawati, Pulau Batanta serta Pulau Misool.
Pada kegiatan tersebut, BI Papua Barat berhasil melakukan penukaran UTLE senilai Rp 5,7 miliar.
Di tengah kelonggaran PPKM Covid-19, pihaknya bersama dengan Koarmada III TNI AL akan melaksanakan kegiatan serupa di Papua Barat.
Baca juga: Pemprov Siapkan Data untuk Intervensi Kemiskinan Ekstrem di 5 Wilayah di Papua Barat
Rencananya, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 2 hingga 7 November 2021 dan rombongan kas keliling bakal menggunakan KRI Gulamah 869.
Nantinya, rombongan KRI Gulamah 869 akan berlabuh di Pulau Namatota, Kabupaten Kaimana, Pulau Karas san Arguni Kabupaten Fakfak, serta Pulau Misool Kabupaten Raja Ampat.
"Ekspedisi kas keliling ini dengan estimasi nilai penukaran sebesar Rp 9 miliar," kata Lumbantobing.
Selain melakukan kunjungan ke wilayah 3T untuk menarik UTLE dan menukarkannya dengan uang layak edar kepada perbankan, BI Papua Barat juga memberikan Program Bantuan Sosial Bank Indonesia (PSBI) dan melakukan edukasi gerakan Cinta Bangga dan Paham Rupiah.