Organisasi Pers di Sorong Polisikan Oknum Kader GMNI
Seorang oknum kader GMNI Sorong, akhirnya dilaporkan ke Polisi oleh Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) Papua Barat, dan didampingi Persatuan Wartawan
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/GMNI-Sorong-dilaporkan.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Seorang oknum kader GMNI Sorong, akhirnya dilaporkan ke Polisi oleh Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) Papua Barat, dan didampingi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sorong Raya.
Laporan tersebut atas dasar tuduhan yang disampaikan saat berorasi dan dinilai telah melecehkan profesi Jurnalis saat memberitakan kelangkaan BBM di Sorong.
Hal tersebut disampaikan Ketua Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) Papua Barat Chanry Andrew Suripatty, usai membuat laporan di Polres Sorong Kota.
Baca juga: Tanggapi Tudingan Kader GMNI Sorong untuk Pekerja Pers, IJTI Papua Barat: Tidak Mendasar
"Tuduhan itu sangat memalukan dan menghina profesi kita dalam rumah besar wartawan," ujar Suripatty, kepada sejumlah awak media, Selasa (9/11/2021).
Orasi tersebut dinilai telah melecehkan wartawan secara keseluruhan.
"Sehingga, kita berkewajiban untuk menegakkan keadilan dan hari ini kami melaporkan oknum tersebut ke Polres Sorong Kota," tuturnya.
Intinya, pihaknya tidak memiliki masalah dengan organisasi mana pun, namun yang dilaporkan adalah oknum kader tersebut.
"Padahal, kita dengan kawan-kawan organisasi baik saja, namun tiba-tiba ada bahasa seperti begini," ucap pria asal Maluku itu.
Padahal, pihaknya telah memberikan waktu 1X24 jam untuk permintaan maaf, namun hingga saat ini tidak ditanggapi.
"Jadi kita mengambil langkah hukum," imbuhnya.
Tak hanya itu, pada kesempatan tersebut Ketua PWI Sorong Raya Lexi Sitanala menambahkan, pihaknya pada prinsipnya tetap mendorong proses tersebut.
Baca juga: Diduga Naikkan Harga, 21 Pengecer BBM di Sorong Ditangkap Polisi
"Saya sebagai Ketua PWI pun ikut menjaga marwah profesi Jurnalis, sehingga saya tidak terima dengan tuduhan seperti ini," tegasnya.
Sebab, tuduhan tersebut beredar di masyarakat bahwa Jurnalis tidak bekerja secara profesional.
"Saya tidak bicara organisasi manapun, namun apa yang dia buat memang harus berani bertanggungjawab," ucap Sitanala.
Pasalnya, narasi tersebut sudah dikeluarkan berulang kali, maka pihaknya meminta agar oknum tersebut harus berani bertanggungjawab.(*)