Manokwari Sumbang Kasus Malaria Terbanyak untuk Papua Barat
Tren kasus malaria tertinggi di Provinsi Papua Barat, hingga kini masih dipimpin oleh Kabupaten Manokwari.
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Marthen-Rantetampang.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, WASIOR - Tren kasus malaria tertinggi di Provinsi Papua Barat, hingga kini masih dipimpin oleh Kabupaten Manokwari.
Pasalnya, beberapa tahun belakangan ini para petugas hanya difokuskan untuk melakukan penanganan kasus Covid-19 di daerah tersebut.
Kondisi itu diakui Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Marthen Rantetampang, saat mengikuti monitoring dan evaluasi program malaria di Kabupaten Teluk Wondama.
Baca juga: Kejar Target Eliminasi, Dinkes Papua Barat Gelar Monev Malaria Tingkat Provinsi
"Akibat dari pandemi ini memang kami mengalami keterbatasan dalam menjangkau, termasuk malaria," ujar Rantetampang, kepada TribunPapuaBarat.com, Kamis (11/11/2021).
Sebab, semua petugas hanya terfokus ke penanganan Covid-19, termasuk vaksinasi.
"Kasus malaria di Manokwari memang tetap ada dan memang cenderung meningkatkan juga selama Covid-19," ungkapnya.
Ia mengaku, hasil capaian tersebut didapatkan saat pihaknya melakukan penilaian secara rutin.
"Menurut data kita berada di urutan tertinggi, dan kantong malaria tersebar di wilayah Kota, Kelurahan Amban dan juga Pulau Mansinam," tuturnya.
Berdasarkan data yang dihimpun TribunPapuaBarat.com, malaria di Papua Barat mengalami penurunan yang cukup drastis di tahun 2021 berjumlah 4.180 kasus.
Sementara, Kabupaten Manokwari menyumbang kasus tertinggi dengan jumlah 2.015 kasus, melebihi daerah lain.(*)