Breaking News:

Ada Isu BBM Langka, Pertamina dan SPBU di Sorong Bekerja di Bawah Tekanan

Kurang lebih seminggu, Pertamina dan sejumlah petugas di SPBU di Kota Sorong, Papua Barat, bekerja di bawah tekanan mental.

(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Suasana di FUEL Terminal Sorong. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kurang lebih seminggu, Pertamina dan sejumlah petugas di SPBU di Kota Sorong, Papua Barat, bekerja di bawah tekanan mental.

Hal tersebut dikarenakan ada informasi  terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Sorong.

Kondisi tersebut pun diakui Area Manager Communication Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial Regional Papua Maluku Edi Mangun.

Baca juga: Pertamina Sebut Isu Kelangkaan BBM di Sorong Sengaja Dimainkan oleh Oknum

Area Manager Communication Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial Regional Papua Maluku Edi Mangun.
Area Manager Communication Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial Regional Papua Maluku Edi Mangun. (TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)

 

"Dampak terburuk yang timbul akibat informasi terkait kelangkaan BBM, kita semua kerja ekstra dan di bawah tekanan," ujar  Mangun, kepada sejumlah awak media, Sabtu (13/11/2021).

Terutama adalah tekanan mental yang dialami oleh Pertamina.

"Saat muncul informasi itu, saya sendiri jalan dari SPBU ke SPBU hanya untuk memastikan stok BBM," ucapnya.

Dalam kondisi tersebut, akhirnya tertolong ketika ada sidak anggota DPRD Kota Sorong.

Sebab, DPRD tiba di SPBU dan menyaksikan langsung kondisi BBM ril di lapangan.

"Saat anggota DPRD tiba malah menyaksikan langsung stok BBM di SPBU memang masih ada," pungkasnya.(*)

 

Berita terkait lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved