Ada Isu BBM Langka, Pertamina dan SPBU di Sorong Bekerja di Bawah Tekanan
Kurang lebih seminggu, Pertamina dan sejumlah petugas di SPBU di Kota Sorong, Papua Barat, bekerja di bawah tekanan mental.
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Suasana-di-FUEL-Terminal-Sorong-1.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kurang lebih seminggu, Pertamina dan sejumlah petugas di SPBU di Kota Sorong, Papua Barat, bekerja di bawah tekanan mental.
Hal tersebut dikarenakan ada informasi terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Sorong.
Kondisi tersebut pun diakui Area Manager Communication Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial Regional Papua Maluku Edi Mangun.
Baca juga: Pertamina Sebut Isu Kelangkaan BBM di Sorong Sengaja Dimainkan oleh Oknum
"Dampak terburuk yang timbul akibat informasi terkait kelangkaan BBM, kita semua kerja ekstra dan di bawah tekanan," ujar Mangun, kepada sejumlah awak media, Sabtu (13/11/2021).
Terutama adalah tekanan mental yang dialami oleh Pertamina.
"Saat muncul informasi itu, saya sendiri jalan dari SPBU ke SPBU hanya untuk memastikan stok BBM," ucapnya.
Dalam kondisi tersebut, akhirnya tertolong ketika ada sidak anggota DPRD Kota Sorong.
Sebab, DPRD tiba di SPBU dan menyaksikan langsung kondisi BBM ril di lapangan.
"Saat anggota DPRD tiba malah menyaksikan langsung stok BBM di SPBU memang masih ada," pungkasnya.(*)