Sabtu, 2 Mei 2026

Pertamina Sebut Isu Kelangkaan BBM di Sorong Sengaja Dimainkan oleh Oknum

Kondisi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Sorong, Papua Barat, disinyalir sengaja dimainkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Tayang:
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
zoom-inlihat foto Pertamina Sebut Isu Kelangkaan BBM di Sorong Sengaja Dimainkan oleh Oknum
TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun
Area Manager Communication Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial Regional Papua Maluku Edi Mangun. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kondisi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Sorong, Papua Barat, disinyalir sengaja dimainkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Hal tersebut diungkapkan oleh Area Manager Communication Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial Regional Papua Maluku Edi Mangun saat bertemu para awak media di Manokwari.

Ia mengaku, kejadian di Kota Sorong, rupanya ada tiga isu yang sengaja dimainkan yakni kenaikan harga Pertalite.

Baca juga: Masyarakat Teluk Wondama Papua Barat Kesulitan dalam Mendapatkan BBM

Selain itu, ada isu bahwa Pertalite akan dicabut, serta stok BBM telah kosong di setiap SPBU.

"Dua isu pertama itu kami dari Pertamina tidak punya agenda untuk menaikkan atau mencabut Pertalite," ujar Mangun, kepada sejumlah awak media, Sabtu (13/11/2021).

Sementara, isu yang terkait stok BBM kosong di SPBU, hal itu sangat mengganggu.

"Jadi di Sorong, kita semua terjebak dengan permainan isu yang dimainkan oleh pihak-pihak tertentu," ucapnya.

"Satu hal yang penting diperhatikan adalah penggunaan kata langkah. Sebab faktanya BBM masih ada di Sorong,"

Menurutnya, jika ada informasi bahwa terjadi kelangkaan, maka masyarakat secara spontan jalan bawa jerigen menuju SPBU.

"Hal ini sangat bahaya, jika terjadi panik bayi itu yang harus dihindari," tuturnya.

Untuk mengantisipasi hal seperti itu, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Kepolisian.

Baca juga: Diduga Naikkan Harga, 21 Pengecer BBM di Sorong Ditangkap Polisi

 

Antisipasi Pertamina

Untuk itu, pihaknya sedang melakukan antisipasi agar jangan sampai terjadi panik bayi di daerah ini.

"Kita belajar dari Sorong, sehingga harus bisa mengedukasi publik agar tidak terjebak," imbuhnya.

Selebihnya, pihaknya serahkan untuk kepolisian agar menindaklanjuti hal tersebut.(*)

Berita terkait lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved