Komnas HAM soal Maybrat: TNI-Polri dan KNPB Harus Humanis kepada Masyarakat
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kembali meninjau dan mengecek kondisi masyarakat sipil di Kabupaten Maybrat, Papua Barat.
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Komnas-HAM-kunjungi-Maybrat.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kembali meninjau dan mengecek kondisi masyarakat sipil di Kabupaten Maybrat, Papua Barat.
Dalam kunjungan kali ini, Komnas HAM bertemu dengan sejumlah pengungsi Maybrat, pasca kejadian di Posramil Kisor, beberapa waktu lalu.
Lewat pertemuan tersebut, Komnas HAM meminta semua institusi baik TNI-Polri, TPM OPM dan KNPB agar berlaku humanis kepada masyarakat.
Baca juga: Komnas Perempuan Pantau Kondisi Mama-mama Pengungsi di Maybrat
Hal tersebut disampaikan Ketua Perwakilan Komnas HAM Papua dan Papua Barat, Frits Bernard Ramandey.
"Semua institusi yang ada di Maybrat, harus bisa berlaku humanis, toleran dan menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan," ujar Ramandey, kepada TribunPapuaBarat.com, Jumat (10/12/2021).
Sehingga, masyarakat yang sedang mengungsi pasca kejadian di Posramil Kisor, bisa kembali dan beraktivitas di Kampung halamannya.
Tak hanya itu, Ramandey meminta, agar semua orang harus menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, dan bisa melawan ketakutan.
"Tidak ada orang yang bisa menolong untuk kembali ke kampung, kecuali kemauan dari kita sendiri," tuturnya.
Sebab, hanya dari kemauan dan tekad kuat, masyarakat akan bilang TNI-Polri dan KNPB jangan lagi melakukan gangguan keamanan.
"Karena, kita punya kemauan untuk akan kembali ke rumah sendiri," pungkasnya.(*)