Viral Drakor Forecasting Love and Weather, BMKG Ikut Tanggapi Cara Prediksi Cuaca di Indonesia
Sebuah unggahan tentang Drama Korea (Drakor) yang berjudul Forecasting Love and Weather viral di media sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Forecasting-Love-and-Weather.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Sebuah unggahan tentang Drama Korea (Drakor) yang berjudul Forecasting Love and Weather viral di media sosial.
Dilansir Kompas.com, unggahan ini bahkan sempat ditanggapi oleh akun Twitter Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
BMKG menanggapi cuitan @infodrakor_id tentang drama Korea yang sedang viral saat ini, Forecasting Love and Weather.
Baca juga: Viral Video Syur Sesama Jenis di Banjarnegara Pakai Seragam SMA, Pelaku Ungkap Motif di Baliknya
"Sedetail itu bahasan cuacanya karena cakkanimnya sampe research selama 2 tahun di BMKG. Ternyata memprediksi cuaca itu sulitnya minta ampun. Drama ini dibumbui romance kantoran yang klimaks," tulis @infodrakor_id.
Akun resmi BMKG @infoBMKG pun membalasnya dengan mengungkapkan bahwa pada kenyataannya memprakirakan cuaca memang sulit, termasuk cuaca Indonesia.
BMKG membenarkan dalam membuat prakiraan cuaca di Indonesia cukup sulit.
Pasalnya, banyak tahapan yang perlu diperhatikan oleh forecaster (seorang prakirawan cuaca) dalam menentukannya.
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, A Fachri Radjab, mengatakan, faktor pembentuk cuaca atau dinamika atmosfer yang sangat kompleks itu dipengaruhi oleh letak geografis dan bentuk topografi yang beragam.
Alhasil, setiap wilayah di Indonesia memiliki karakteristik cuaca dan iklim yang berbeda-beda.
"Selain itu, posisi Indonesia yang berada di ekuator atau khatulistiwa juga menambah kompleksitas dinamika atmosfer kita," kata Fachri kepada Kompas.com, Senin (14/2/2022).
Dalam membuat prakiraan cuaca, BMKG akan menganalisis berbagai data dan fenomena, mulai dari fenomena global seperti El Nino atau La Nina, dan Dipole mode sampai skala reginonal seperti siklon tropis dan monsoon hingga skala lokal seperti angin darat-laut, angin gunung-lembah.
Baca juga: Viral Video Penampakan Ular dalam Sebuah Penerbangan, Pesawat Langsung Dialihkan untuk Disinfeksi
Dalam tulisan "Akurasi Prediksi Curah Hujan Harian Operasional di Jabodetabek: Perbandingan dengan Model ERF" karya Indra Gustari, Tri Wahyu Hadi, Safwan Hadi, dan Findy Renggono; dijelaskan bahwa prakiraan cuaca merupakan usaha yang dilakukan untuk mengetahui kondisi cuaca yang akan datang berdasarkan kondisi cuaca terakhir dan lampau.
Prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG dibuat berdasarkan hasil pengamatan cuaca terakhir, analisis hasil luaran model resolusi rendah, dan pengalaman prakirawan dalam menganalisis cuaca.
Penggunaan kemampuan analisis dan pengalaman prakirawan dalam memberikan penilaian terhadap prediksi cuaca menyebabkan prakiraan cuaca digolongkan sebagai metode subyektif.
Selain menggunakan analisis prakirawan.