Peringatan Isra Mi'raj di Kota Sorong, MUI: Kita Harus Sabar dan Salat
Sejumlah umat muslim di Kota Sorong, Papua Barat, sangat antusias dalam melaksanakan peringatan hari Isra Mi'raj.
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Umat-Muslim-di-Kota-Sorong-Papua-Barat-menggelar-peringatan-hari-Isra-Miraj.jpg)
Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Sejumlah umat muslim di Kota Sorong, Papua Barat, sangat antusias dalam melaksanakan peringatan hari Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1443 Hijrah/2022 Masehi.
Dalam peringatan Isra Mi'raj yang digelar di Masjid Al Akbar kali ini, mengangkat tema jadikanlah sabar dan salat sebagai penolong.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sorong, Abdul Manan Fakaubun menjelaskan, tema tersebut mempunyai makna yang mendalam.
Baca juga: Penjelasan Cara Membayar atau Mengqadha Puasa Ramadan
"Kita sebagai umat Islam, dalam mengarungi kehidupan saat ini harus lebih banyak bersabar," ujar Fakaubun, kepada sejumlah awak media, Senin (28/2/2022).
Artinya, seluruh umat muslim dituntut agar tidak mengambil langkah diluar ketentuan di dalam agama Islam.
Kemudian, umat muslim saat ini juga di tuntut untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sebab, dengan membangun kedekatan dengan Allah SWT, bisa menyelesaikan dan menjawab segala persoalan di dalam kehidupan bermasyarakat di era globalisasi ini.
"Sebagai umat Islam, kita dituntut agar tidak boleh meninggalkan salat lima waktu," tuturnya.
Pasalnya, selain menjadi rukun Islam, salat juga memiliki banyak hikmah yang bermanfaat bagi umat manusia.
"Pastinya, salat yang paling pertama adalah melatih kita untuk disiplin menghargai waktu, dan lainnya," ucap pria asal Maluku Tenggara itu.
Baca juga: Sosok Tante Lala Viral, Ini 5 Celetukannya yang Buat Netizen Betah Menonton
Selain itu, salat juga mengajarkan umat untuk bisa hidup dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
"Sebagai seorang pemimpin, maka semua rakyat harus taat dan loyal kepada yang memimpin," jelas Fakaubun.
Kendati demikian, jika pemimpin keliru dan lainnya, maka rakyat juga punya hak untuk mengingatkannya.
"Dalam salat seluruh jamaah wajib mengikuti perintah imam, namun jika dia keliru maka jamaah punya hak untuk memperbaiki kesalahan tersebut," imbuhnya.
Ia berharap, semua umat di Kota Sorong, harus selalu mengimplementasikan sabar dan salat dalam menjalani kehidupan. (*)