Kodam Kasuari Gelar Peringatan Isra Mi'raj: Harus Dimaknai
Jajaran Kodam XVIII/Kasuari, menggelar peringatan Isra Mi'raj 1443 Hijrah atau 2022 Masehi, di Masjid Istiqlal Kodam XVIII/Kasuari.
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Prajurit-TNI-Kodam-XVIIIKasuari-menggelar-peringatan-hari-Isra-Miraj.jpg)
Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Jajaran Kodam XVIII/Kasuari, menggelar peringatan Isra Mi'raj 1443 Hijrah atau 2022 Masehi, di Masjid Istiqlal Kodam XVIII/Kasuari, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Gabriel Lema mengatakan, momentum ini tidak boleh hanya sekedar acara seremonial belaka.
"Peringatan Isra Mi'raj harus dimaknai sebagai upaya luhur untuk semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT," ujar Gabriel, melalui rilis yang diterima TribunPapuaBarat.com, Selasa (1/3/2022).
Baca juga: Peringatan Isra Miraj di Kota Sorong, MUI: Kita Harus Sabar dan Salat
Kata dia, salat merupakan barometer dalam melakukan segala aktivitas sehari-hari bagi umat Islam.
Sehingga, apapun pekerjaan dan perbuatan yang dilakukan hendaknya mengambil contoh filosofis dari ibadah yang dikerjakan.
"Melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini kita dapat memetik hikmah maupun menarik pelajaran penting dari peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW," tuturnya.
"Agar bisa dijadikan bekal dalam kehidupan sehari-hari baik disatuan maupun dilingkungan masyarakat."
Ia berharap, selepas dari peringatan Isra Mi'raj, prajurit TNI di jajaran Kodam XVIII/Kasuari, bisa mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Nabi di kehidupan nyata.
(*)