Kamis, 14 Mei 2026

Polisi Gelar Rekonstruksi Laka Maut di Pegaf selama 4 Jam, Diduga Ada Kelalaian

Ditlantas Polda Papua Barat bersama Satlantas Polres Manokwari, menggelar rekontruksi laka maut di Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak

Tayang:
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
zoom-inlihat foto Polisi Gelar Rekonstruksi Laka Maut di Pegaf selama 4 Jam, Diduga Ada Kelalaian
TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun
Suasana saat rekonstruksi laka maut di Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ditlantas Polda Papua Barat bersama Satlantas Polres Manokwari, menggelar rekontruksi laka maut di Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Sabtu (16/4/2022).

Rekonstruksi tersebut digelar selama empat jam, dengan menyisir lokasi awal kendaraan bermuatan 34 orang itu melintas.

Penyisiran itu berlanjut hingga di lokasi sang sopir nahas menginjak rem sekitar 500 meter sebelum terjadi tragedi kecelakaan yang menewaskan 18 orang di kilo meter 10 tersebut.

Baca juga: Sopir Diduga Lalai, 34 Orang Jadi Korban dalam Kecelakaan Maut di Pegaf Papua Barat, 18 Tewas

Dirlantas Polda Papua Barat, Kombes Pol Raydian Kakrosono mengatakan, proses rekonstruksi ini menggunakan Traffic Accident Analysis (TAA).

"Tujuan menggunakan TAA untuk memperoleh informasi berupa kronologi, teknis hingga keadaan infrastruktur dan pola kejadian lain," ujar Raydian kepada sejumlah awak media, Sabtu.

Selanjutnya, pihaknya masih mengolah hasil TAA dari lokasi kejadian.

Nantinya, satu atau dua hari kemudian baru bisa bisa mendapatkan hasil dan rilis terkait TAA ini.

"Kondisi di tempat kejadian perkara (TKP) masih terdapat bangkai mobil truk yang kondisinya nampak tragis," kata dia.

Ia berujar, selokan di dekat tebing terdapat bercak darah yang telah kering dari para pekerja tambang nahas itu.

"Masih terdapat barang-barang milik para korban kecelakaan berupa pakaian, peralatan mandi di dalam mobil truk tersebut," ucapnya.

Selain itu, terdapat juga sendal jepit berukuran orang dewasa dan sendal jepit diduga milik bocah yang juga turut tewas dalam insiden nahas tersebut.

"Seperti dugaan awal yang sudah di sampaikan oleh Kapolres Manokwari, memang kondisi di lokasi kecelakaan disebabkan karena overloading," ungkapnya.

Ia menjelaskan, kendaraan mobil truk seharusnya tidak boleh mengangkut manusia sebanyak 34 orang.

Baca juga: 18 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Pegunungan Arfak, Gubernur Papua Barat: Ini Peristiwa Terbesar

Apalagi, selain manusia truk tersebut juga mengangkut barang berupa kayu dan besi serta sepeda motor.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved