TPNB-OPM Mengaku Bertanggung Jawab atas Serangan di Puncak dan Nduga, Termasuk Penyerangan Pos TNI

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengaku bertanggung jawab atas pembakaran belasan rumah warga sipil

Kodam XVII/Cenderawasih
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) baku tembak dengan Pos Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Mar, di Distrik Kalikobe. Dua prajurit terluka, satu gugur. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM -  Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengaku bertanggung jawab atas pembakaran belasan rumah warga sipil di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, pekan lalu.

OPM di bawah kendali Komando Operasi Umum, Lekagak Telenggen juga bertanggung jawab atas penyerangan pos polisi hingga Pos TNI di Kabupaten Nduga.

Pratu Mar Dwi Miftahul Akhyar, anggota Pos Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Marinir Nduga, gugur dalam serangan KKB pada Jumat (22/4/2022).

Baca juga: KKB Lancarkan Aksi 2 Hari hingga Tewaskan 1 Prajurit TNI, Pengamat: Ada Tactical Gap yang Dikuasai

"TPNPB di bawah pimpinan Panglima Tinggi Gen Goliath Tabuni dan Komandan Operasi Umum Mayjend Lekagak Telenggen bertanggung jawab atas pembakaran di Ilaga dan penembakan patroli TNI-Polri di Kenyam, Nduga" ujar Juru Bicara OPM, Sebby Sambom kepada Tribun-Papua.com, Senin (25/4/2022).

Sebby menyebut, Lekagak bersama Peni Murib memimpin langsung pembakaran rumah warga di Ilaga, pekan lalu.

Mereka juga membakar aset milik PT Marta Teknik Tunggal di Distrik Ilaga.

Kontak tembak pun sempat pecah saat polisi melakukan patroli di wilayah itu.

"Terpisah dari pembakaran di Ilaga, ada juga serangan di Batas Batu Kenyam, Kabupaten Nduga," jelas Sebby.

Di wilayah ini, Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Egianus Kogoya memimpin langsung penyerangan pos TNI dan polisi.

Praka Marinir Anumerta Dwi Miftachul Achyar gugur dalam insiden tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun papua
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved