Dikira Bunuh Diri, Bocah yang Tergantung di Bawah Jembatan Ternyata Dibunuh Kakak Ipar
Polisi mengungkapkan, penyebab kematian bocah berinisial S (14) yang ditemukan meninggal di bawah jembatan penyeberangan Tol Jakarta-Cikampek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Kapolres-Karawang-AKBP-Aldi-Subartono-tengah-saat-merilis-pengungkapan-bakso-vira.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Polisi mengungkapkan, penyebab kematian bocah berinisial S (14) yang ditemukan meninggal di bawah jembatan penyeberangan Tol Jakarta-Cikampek, Desa Sinarbaya, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Karawang, Selasa (10/5/2022).
Setelah melakukan penyelidikan, S (14) ternyata dibunuh oleh kakak iparnya sendiri berinisial TR (26).
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, pelaku berinisial TR (26) itu diamankan anggota Polres Karawang.
"Sudah (ditangkap). Identitas pelaku TR bin W 26 tahun," ujar Ibrahim Tompo, saat dihubungi, Kamis (19/5/2022).
Menurutnya, korban dan pelaku ini masih ada hubungan keluarga.
"Hubungannya korban ini adik ipar dari pelaku," katanya.
Baca juga: Viral Polisi Todongkan Pistol dan Lepas Tembakan, Panik Ditegur Warga saat Antar Istri Melahirkan
Dianiaya Hingga Meninggal
Seorang bocah S (14) ditemukan meninggal di bawah jembatan penyeberangan Tol Jakarta-Cikampek, Desa Sinarbaya, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Karawang, Selasa (10/5/2022).
Bocah berinisial S itu ditemukan meninggal dengan posisi menggantung diduga mengakhiri hidup.
Namun penyelidikan terkini mengungkapkan kalau bocah 14 tahun itu bukan mengakhiri hidup melainkan menjadi korban pembunuhan atau perampasan nyawa.
Pihak Polres Karawang sudah mengantongi identitas terduga perampas nyawa S (14).
Polisi mendapatkan fakta, dia kehilangan nyawa karena penganiayaan.
"Dalam waktu dekat kita akan menetapkan tersangka, " kata Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, Sabtu (14/5/2022).
Baca juga: Terjebak Pinjol dan Hamburkan Uang Suami, Jadi Alasan RSS Bunuh Bayinya dan Hendak Bunuh Diri
Aldi mengatakan, S tidak mengakhiri hidup setelah pihaknya melakukan penyelidikan secara mendalam seperti dari autopsi dan pemeriksaan sejumlah saksi.
"Korban dianiaya hingga meninggal dunia, " katanya.