Demo Tolak DOB di Papua Barat
Gelar Aksi Tolak DOB dan Otsus, Massa Diadang 5 Jam di Amban Manokwari oleh Aparat Gabungan
Aksi longmarch dalam demonstrasi penolakan otsus dan DOB di Papua Barat tertahan selama lima jam. Massa sempat menggelar joget ria di dalam barisan.
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Aksi longmarch dalam demonstrasi penolakan otsus dan DOB di Papua dan Papua Barat tertahan selama lima jam di jalan Gunung Salju Amban, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Berdasarkan pantauan TribunPapuaBarat.com, massa dari sejumlah pemuda yang mengatasnamakan diri solidaritas rakyat dan mahasiswa Papua ini, melaksanakan orasi sejak pukul 08.40 WIT, Kamis (14/7/2022).
Selama berorasi, massa tetap menyuarakan terkait dengan penolakan otsus dan DOB di Papua dan Papua Barat.
Baca juga: 597 Personel Kawal Demo Tolak DOB dan Otsus di Manokwari, Kapolres Larang Anggota Bawa Peluru Tajam
Tak hanya berorasi, massa pun membawa sejumlah spanduk dan menulis terkait dengan penolakan DOB provinsi dan kabupaten di tanah Papua.
Massa justru bersepakat untuk mendukung adanya pemekaran Negara Papua.
Selain aksi, massa pun sempat menggelar joget ria di dalam barisan.
Hingga pukul 12.17 WIT, massa masih melaksanakan aksi lantaran masih diadang oleh 597 aparat gabungan dari Polda Papua Barat, Polres Manokwari, dan Brimob.
Instruksi Kapolres Manokwari
Kapolres Manokwari AKBP Parasian Herman Gultom mengatakan, personel ini disiapkan sejak kemarin sore.
"Kita turunkan personel 597 orang untuk mengamankan jalannya penyampaian aspirasi," ujar Gultom, kepada TribunPapuaBarat.com, Kamis (14/7/2022).
Baca juga: Demo Tolak DOB dan Otsus di Manokwari, Massa Diadang Aparat saat Longmarch
Selain untuk demonstrasi, personel pun diturunkan untuk mengamankan Kamtibmas di Manokwari.
"Saya minta agar para aparat untuk jangan terpancing, di sinilah kita memberikan pengayoman kepentingan masyarakat," tuturnya.
Kata Gultom, semua aparat harus bisa menjaga diri karena akan ada eskalasi-eskalasi di sana.
"Saya minta agar tidak ada yang bawa peluruh tajam saat melakukan pengamanan di lapangan," tegasnya.

Ia menuturkan, dalam aksi hari ini akan ada tiga titik pergerakan massa di Manokwari.
"Kita akan tutup di Lampu Merah Makalo, dan kita harus antisipasi massa di pertigaan Ketapang dan Universitas Papua," pungkasnya.
(TribunPapuaBarat.com/ Safwan Ashari)