Demo Tolak DOB di Papua Barat

Demi Menjaga Suasana Kota Sorong Kondusif, Polres Turunkan 250 Personel Amankan Demo Tolak DOB

Polres Sorong Kota Turunkan 250 Personel Amankan Demo Tolak DOB di Papua dan Papua Barat

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
TribunPapuaBarat.com
TOLAK DOB: Aksi unjuk rasa dari Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua se-Sorong Raya di Kota Sorong sempat memanas. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Sebanyak 250 personel gabungan diturunkan untuk mengamankan aksi unjukrasa tolak daerah otonomi baru (DOB) di Kota Sorong, Kamis (14/7/2022).

Kabag Ops Polres Sorong Kota, Kompol Mochamad Nur Makmur mengatakan, ratusan personel berjaga jaga untuk mengamankan aksi unjukrasa.

"Personel yang turun mengamankan demo Tolak DOB ini gabungan dari anggota Polres Sorong Kota dan Brimob," ujarnya kepada TribunPapuaBarat.com, Jumat (15/7/2022).

Baca juga: 16 Perusahaan Sawit di Papua Barat Dicabut Izinnya, KPK Sebut Kebijakan yang Patut Dicontoh

Baca juga: Perkenalkan Orpa Nelce Dedaida, Politisi Perempuan Asli Papua, Jabat Ketua Golkar dan Anggota DPRD

Ia menambahkan, aksi unjukrasa yang dilakukan Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua se-Sorong raya berlangsung tertib. Dan, situasi keamanan di Kota Sorong tak ada masalah.

Meski sempat bersitegang dengan demonstran, namun polisi memastikan unjuk rasa lancar.

"Tadi sempat mau dibubarkan, tapi kami berikan waktu mereka orasi sampai jam lima sore. Dan sudah pada bubar dengan tertib," katanya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah masyarakat di Kota Sorong yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua menggelar aksi unjukrasa tolak pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Tanah Papua.

Aksi demonstrasi berlangsung di persimpangan lampu merah Maranata, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Remu, Distrik Sorong, Kota Sorong, Kamis (14/7/2022) mulai sekira pukul 11.00 WIT

Saat ini, demonstarasi masih berlangsung damai.

Berdasarkan pantauan TribunPapuaBarat.com, para demonstran memegang spanduk dan kertas yang bertuliskan Petisi Rakyat Papua se-Sorong Raya.

Adapun isi petisi itu di antaranya penolakan DOB, dan pencabutan otonomi khusus (Otsus).

Aksi unjukrasa itu mendapat pengawalan ketat dari puluhan personel kepolisian dari Polres Sorong Kota.

Saat ini, para demonstran menyampaikan orasinya di persimpangan jalan. Mereka secara bergantian mengungkapkan alasannya menolak DOB di Tanah Papua.

(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved