16 Perusahaan Sawit di Papua Barat Dicabut Izinnya, KPK Sebut Kebijakan yang Patut Dicontoh

16 Perusahaan Sawit di Papua Barat dicabut izinnya karena melanggar aturan. Karena itu, KPK memuji keputusan tersebut

Tribun PapuaBarat.com
IZIN SAWIT: Satgas Wilayah V KPK RI melakukan rapat koordinasi dan evaluasi bersama pemerintah daerah se Provinsi Papua Barat terkait masalah perizinan perusahaan di Gedung PKK Papua Barat 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI -Sebanyak 16 izin usaha perkebunan (IUP) kelapa sawit di Provinsi Papua Barat dicabut izinnya. Luas perkebunan yang izinnya dicabut itu berkisar 351 ribu hektare.

Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi, Wilayah V, KPK, Dian Patria mengatakan, keputusan itu sangat baik dan memperlihatkan ketegasan provinsi yang cabut izin perusahaan sawit karena menyalahi aturan.

"Papua Barat jadi contoh nih. Bagaimana melakukan evaluasi izin sawit," ujar saat ditemui awak media di Manokwari, Jumat (15/7/2022).

Baca juga: Bupati Manokwari Hadiri Pelantikan DPD Golkar Se-Manokwari Raya, Berikut Pesan yang Disampaikan

Baca juga: Perkenalkan Orpa Nelce Dedaida, Politisi Perempuan Asli Papua, Jabat Ketua Golkar dan Anggota DPRD

Ia menjelaskan, pencabutan izin sawit sejalan dengan arahan Presiden Jokowi pada Januari 2022. Seluruh izin yang tidak produktif, tidak sesuai peruntukan, dan dialihkan ke pihak ketiga harus dihentikan.

Tak hanya pemerintah daerah, 11 dari 16 izin sawit di Papua Barat langsung dicabut oleh presiden.

"Jadi beririsan, dicabut pemerintah daerah dan dicabut presiden," tegas dia.

Ia menjelaskan, sekitar lima perusahaan sawit mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara atas pencabutan izin tersebut.

Pemerintah berkewajiban menegakkan aturan termasuk kepatuhan pelaku usaha, terutama IUP tidak memberikan kontribusi bagi negara.

“Yang mengancam kelestarian hutan Papua, wajib kita tertibkan,” tegas Dian Patria.

Ia mengimbau agar pelaku usaha tidak menggunakan modus usaha sawit hanya untuk mengincar kayu-kayu di Papua Barat.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved