Sabtu, 2 Mei 2026

Pertamina Klaim Rute Distribusi BBM ke Papua Barat Sudah Efisien

Pertamina Klaim Rute Distribusi BBM ke Papua Barat Sudah Efisien sehingga menyangkal perkataan Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw

Tayang:
Penulis: Elias Andi Ponganan | Editor: Jefri Susetio
zoom-inlihat foto Pertamina Klaim Rute Distribusi BBM ke Papua Barat Sudah Efisien
TribunPapuaBarat.com
PERTAMINA: Edy Mangun selaku Area Manager Communication PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial dan Trading Region Papua Maluku sedang melakukan pemantauan pengisian BBM bersubsidi di SPBU di Kota Sorong Senin (18/7/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku mengatakan, pemilihan rute distribusi bahan bakar minyak (BBM) menuju Provinsi Papua Barat sudah efisien.

Rute itu mulai dari Terminal Wayame (Ambon) menuju Biak (Provinsi Papua), dan diteruskan ke beberapa daerah di Papua Barat maupun Papua.

"Rute sekarang itu yang paling efisien, dan tidak menggangu sedikit pun ketahanan stok BBM," kata Edi Mangun selaku Area Manager Communication Relation dan CSR, Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial Regional Papua Maluku saat dikonfirmasi awak media melalui telepon, Selasa (9/8/2022).

Baca juga: Bagi-bagi Bendera Merah Putih PDI Perjuangan Berlanjut, Beri 500 Bendera untuk Pengendara

Baca juga: Pak Felix Baab, Ayah Tuna Netra Jualan Sapu Lidi di Kota Sorong, Anaknya Sebentar Lagi Sarjana

Ia menjelaskan, pendistribusian BBM dari Terminal Mayame menggunakan kapal tangker berkapasitas besar.

Selanjutnya, distribusi BBM ke sejumlah wilayah seperti Sorong, Manokwari, Serui hingga Nabire menggunakan kapal tangker berkapasitas kecil.

"Jangan dipahami hanya satu kapal itu ke Biak lalu ke Manokwari. Bukan seperti itu," tegas dia.

Edi menganalogikan distribusi BBM ke Papua Barat ibarat pembangunan rumah yang terletak di dalam gang sempit.

Sehingga, material bangunan yang dimuat oleh truk akan diturunkan di luar gang.

Kemudian diangkut menggunakan transportasi kecil menuju lokasi pembangunan.

"Sama halnya dengan rantai distribusi BBM ke Papua Barat," ucapnya.

Edi menerangkan, pembangunan pelabuhan minyak harus sesuai standar dari Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization).

Apabila pemerintah daerah menginginkan distribusi langsung, maka terlebih dahulu menyiapkan pelabuhan minyak sesuai standar dimaksud.

"Silahkan pemerintah berkoordinasi KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) setempat," tuturnya.

Pernyataan itu ia keluarkan setelah Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw merasa distribusi BBM ke Papua Barat lama.

Sebab, rute yang telah ditetapkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah mengikuti standar IMO.

Baca juga: Paulus Waterpauw Lepas Kontingen Jambore Nasional: Jaga Kehormatan Papua Barat

Baca juga: 10 Pejabat Pemprov Papua Barat Belum Selesaikan LHKPN, Paulus Waterpauw Sanksi Tegas Bawahannya

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved