Mantan Jubir KPK Ini Yakin PDIP Usung Puan Jadi Capres 2024 Meski Elektabilitas Paling Rendah

Mantan Jubir KPK Ini Yakin PDIP Usung Puan Jadi Capres 2024 Meski Elektabilitas Paling Rendah dibandingkan calon presiden lainnya seperti Ganjar

Editor: Jefri Susetio
Dok. Humas DPR RI via Tribunnews
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Puan Maharani saat menanam padi di area persawahan Sendangmulyo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (11/11/2021). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Mantan Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekaligus politisi PDI Perjuangan Johan Budi optimistis Pua Maharani diusung sebagai capres 2024.

“Diskusi kita jangan hanya berkutat pada apakah calon disukai atau tidak, dengan berbasis hasil survei dan popularitas di media sosial,” kata Johan Budi dalam sebuah diskusi, Sabtu (20/8/2022).

Ia menyebutkan meski elektabilitas Puan Maharani paling rendah, tertinggal jauh dari bakal calon presiden lainnya.

Baca juga: Putri Candrawathi Nyusul Suaminya ke Penjara, Berikut Perannya Dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Baca juga: Vera Simanjuntak Kekasih Brigadir J Kini Kurus, Mengurung Diri di Kamar, Enggan Diajak Bicara

Tetapi, Puan Maharani sosok yang lebih memilih fokus pada kinerja dan tanggungjawab yang sudah pernah diembannya.

Artinya, Puan Maharani tidak berkutat pada pencitraan di media sosial. Jadi, berbanding terbalik dengan politisi lain yang sibuk tebar pesona di media sosial.

Johan kemudian membandingkan Puan dengan sosok lainnya yang getol menjadikan medsos sebagai ajang kampanye sejak jauh-jauh hari untuk membangun citra sebagai pemimpin merakyat.

“Sering bikin konten, upload makan mi instan di pinggir jalan seolah-olah dia calon pemimpin yang merakyat. Atau meninjau sambil marah-marah menendang pintu melihat kesalahan anak buahnya, itu kan dalam rangka membentuk citra,” sindir mantan jubir KPK ini.

Menurutnya, modus politisi tersebut tak lain hanya untuk menggaet simpati publik yang berujung pada naiknya elektabilitas.

Padahal untuk menjadi seorang pemimpin, lanjut Budi, bukan hanya cukup bermodalkan elektabilitas, tetapi yang terpenting yaitu kapasitas dan kapabilitas yang bisa dilihat dari jejak rekamnya.

“Itu bisa diukur dari bagaimana track record calon menjalani jenjang-jenjang kepemimpinan,” ujarnya.

Johan menegaskan, Puan memiliki jejak rekam yang jelas, mulai dari anggota DPR, ketua fraksi partai terbesar, Menko PMK, hingga sekarang Ketua DPR.

Puan menurutnya lebih konsisten menjalankan visi misi sebagai pemimpin, di tiap posisi yang ia emban daripada aktif di media sosial.

“Mbak Puan adalah orang yang memperjuangkan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan cuti hamil 6 bulan bagi pekerja perempuan,” katanya.

Kemudian pada 16 Agustus 2022, Puan menunjukkan dirinya sebagai seorang pemimpin yang menawarkan gagasan kebangsaan dalam pidatonya sidang tahunan bersama DPR/MPR dan DPD.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved