Minggu, 12 April 2026

Masyarakat Harus Bersiap BBM Subsidi akan Naik Dalam Waktu Dekat, Berikut Indikasinya

Masyarakat Harus Bersiap BBM Subsidi akan Naik Dalam Waktu Dekat, Berikut Indikasinya sehingga sedang disiapkan stimulus untuk warga

Tayang:
Editor: Jefri Susetio
zoom-inlihat foto Masyarakat Harus Bersiap BBM Subsidi akan Naik Dalam Waktu Dekat, Berikut Indikasinya
TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari
Sejumlah kendaraan roda dua mengantre untuk pengisian BBM di SPBU Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu (6/7/2022). Masyarakat harus bersiap karena sebentar lagi BBM subsidi akan naik. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Sebab, subsidi energi APBN sudah membengkak karena adanya kenaikan harga minyak dunia.

Laporan PT Pertamina (Persero) selalu lembaga pemyalur BBM subsidi menyebutkan peyaluran pertalite sudah mencapai 16, 8 juta kilo liter (KL hingga Juli 2022.

Artinya, kuota Pertalite bakal menipis. Namun di sisi lain, Pemerintah memberikan sinyal bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) cukup sulit apabila harus kembali menambah subsidi untuk BBM.

Baca juga: Pekan Depan Presiden Jokowi Umumkan Kenaikan Harga BBM, Subsidi Energi Capai Rp 502 Triliun

Baca juga: STOK Solar dan Pertalite Aman untuk 19 Hari ke Depan, Pertamina: Masyarakat tak Perlu Khawatir

Sinyal harga Pertalite bakal naik semakin kuat, setelah Pemerintah melalui sejumlah Kementerian menyampaikan pernyataannya beban susidi energi.

Harga Keekonomian Sangat Tinggi, Skema Bansos Tengah Disiapkan

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan, saat ini Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menyesuaikan harga BBM jenis Pertalite.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan, harga jual Pertalite yang kini dijual sangat terpaut jauh jika dibandingkan dengan harga keekonomian.

Seperti diketahui, harga keekonomian BBM jenis Pertalite seharusnya dibanderol Rp17.200 per liter jika dijual mengikuti fluktuasi harga minyak dunia.

Namun saat ini harga jual Pertalite hanya Rp7.650.

"APBN kita sudah cukup (sulit kalau kembali menambah subsidi). Mungkin supaya harga jualnya ini agar tidak terlalu tinggi antara harga jual dan harga keekonomian, kita sedang hitung perlu opsi kenaikan harga," ucap Susiwijono di Sarinah Jakarta belum lama ini.

Ia menyatakan, untuk memutuskan naiknya harga Pertalite, diperlukan pembahasan serta hitung-hitungan yang sangat detail.

Karena, kenaikan BBM subsidi akan berdampak terhadap inflasi nasional. Sehingga, keputusan ini harus dilakukan secara hati-hati dan penuh pertimbangan.

"Angkanya semua dihitung. Kita semua sedang siapkan angkanya, kita sudah rapat beberapa kali," ucap Susiwijono.

"(Kembali ditegaskan) semua sedang dihitung, kalau naik nanti kontribusi ke inflasinya berapa karena kenaikan harga BBM akan dorong inflasi," lanjutnya.

Susiwijono kembali mengatakan, jika nantinya BBM jenis tersebut naik, Pemerintah memastikan harganya tak akan naik terlalu signifikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved