Banjir Sorong

Paulus Waterpauw Tanya Data Korban Banjir Sorong, Kepala Distrik hingga RT Pontang panting

Paulus Waterpauw Tanya Data Korban Banjir Sorong, Kepala Distrik hingga RT Pontang panting, begini cerita menariknya

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Petrus Bolly Lamak
TRIBUNPAPUABARAT.COM/PETRUS BOLLY LAMAK KUNJUNGAN GUBERNUR - Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw melakukan kunjungan ke warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kota Sorong Senin (29/8/2022). Ia mendengar keluhan warga secara langsung 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw bertemu warga korban banjir dan tanah longsor Kota Sorong, Senin (29/8/2022).

Tatkala bertemu warga, Paulus Waterpauw langsung bertanya soal data korban banjir dan tanah longsor.

Sehingga, membuat kepala distrik, lurah hingga enam ketua RT pontang panting memenuhi data itu secara cepat.

Baca juga: Kata Rasiman setelah Persis Solo Gagal Menang dari Borneo FC: Sebagai Pelatih, Saya Minta Maaf

Baca juga: Bertemu Warga Terdampak Banjir dan Longsor Sorong, Paulus Waterpauw Dengar Keluhan Masyarakat

Berdasarkan pengamatan TribunPapuaBarat.com, sejumlah pejabat mondar mandir mencari data.

Apalagi, Paulus Waterpauw menyatakan tidak akan memberikan bantuan bila tak ada data pendukung.

"Saya tidak akan pulang sebelum data warga saya dapat. Warga yang mau usul saran silahkan saya kasih kesempatan," katanya dihadapan warga.

Ia berujar, warga harus bicara terbuka soal penyaluran bantuan. Kalau data sudah lengkap bantuan akan disalurkan.

Sekitar 30 menit para ketua RT datang dan memberikan data warga dan dibacakan oleh Paulus Waterpauw.

"Saya minta data biar distribusi bantuan ini tidak terjadi keributan," ungkap dia.

Sementara itu, ketua RT-05, kelurahan Klasabi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong Esau Gogoba dihadapan gubernur menyampaikan keluhannya soal dampak banjir.

"Bapak kami di sini setiap kali hujan selalu saja banjir. Karena selokan tersumbat sehingga banjir masuk," katanya.

Ia bilang, pemerintah bisa keruk kali di depan pemukiman warga supaya air bisa mengalir dengan lancar.

"Kalau bisa alat berat itu keruk kali di depan rumah warga agar air banjir bisa ngalir dengan baik, kalau tidak kami tiap kali banjir terus," ungkap dia.

Pada pemberitaan sebelumnya, Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw melakukan kunjungan ke warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kota Sorong Senin (29/8/2022).

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved