Daerah Resapan di Sorong Jadi Wilayah Pemukiman, Kepala BRIDA: Harus Berpatokan pada RDTR

Pelaksanaan pembangunan baik pemukiman hingga infrastruktur penunjang lainnya, dinilai tidak sesuai dengan rencana detil tata ruang (RDTR) Kota Sorong

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun
Suasana di depan Taman Sorong City, Kota Sorong, Papua Barat. Pelaksanaan pembangunan baik pemukiman hingga infrastruktur penunjang lainnya, dinilai tidak sesuai dengan rencana detil tata ruang (RDTR) Kota Sorong, Papua Barat. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Pelaksanaan pembangunan baik pemukiman hingga infrastruktur penunjang lainnya, dinilai tidak sesuai dengan rencana detil tata ruang (RDTR) Kota Sorong, Papua Barat.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Papua Barat, Prof Charlie Heatubun.

"Yang paling penting saat ini di Sorong, harusnya kembali melakukan penataan wilayah sungai," ujar Charlie, kepada TribunPapuaBarat.com, Selasa (30/8/2022).

Baca juga: PLN Salurkan Bantuan Kebutuhan Pokok untuk Korban Banjir di Sorong

 

Serta harus melakukan pemetaan daerah resapan, drainase atau got dan bahkan sanitasi lingkungan di Sorong.

"Jika daerah yang menjadi langganan banjir, maka harus segera diambil langkah guna dibenahi," tuturnya.

Olehnya itu, pembangunan di Kota Sorong, harus lebih mendahulukan kajian berdasarkan RDTR.

Sehingga, tidak sembarang melakukan aktivitas pembangunan di wilayah Kota Sorong, Papua Barat.

"RDTR Kota Sorong ini juga harus kembali dilihat dan dilakukan kajian ulang," ucap Charlie.

Selain itu, persoalan penggundulan areal hutan di Kota Sorong, harus menjadi fokus agar dikembalikan ke kondisi sebelumnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved