Manokwari Target Bebas Malaria 2027, Kabid P2P Dinkes Manokwari Urai Indikatornya
Manokwari Target Bebas Malaria 2027, Kabid P2P Dinkes Manokwari Urai Indikatornya berikut penjelasan lengkapnya
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Jefri Susetio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Marthen-L-Rantetampang-Bicara-Soal-Malaria.jpg)
ABER merupakan angka yang menunjukan rata-rata pemeriksaan darah malaria dikalikan dengan jumlah penduduk dalam satu tahun.
“ABER itu seperti screening malaria. Jadi, masyarakat yang melakukan pengobatan ke fasilitas pelayanan kesehatan, diperiksa darahnya. Bisa pakai tes diagnostic cepat (RDT – Rapid Diagnostic Test), kalau tidak ada mikroskop yang lengkap. Hasil positif malaria, masuk kategori angka kesakitan atau API," jelas Marthen.
Setelah dilakukan pemeriksaan darah, diharapkan Positivitu Rate (PR) atau persentase kasus positif malaria harus kurang dari lima persen.
Sebagai informasi, Kabupaten Manokwari mendeklarasikan eliminasi malaria pada 2027, pertama kali oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou.
Dilakukannya bertepatan di hari malaria sedunia pada Senin, (25/4/2022)sekaligus peluncuran Gerakan Eliminasi Malaria (Gemari) Manokwari. Sedangkan secara nasional, Indonesia menargetkan eliminasi pada 2027.
(*)