4 Jam Gelar Mogok Kerja, Sopir Angkot Sorong: Harga BBM Naik Tarif Penumpang Ikut

Puluhan sopir angkutan kota (angkot) jalur H menggelar aksi mogok kerja selama empat jam di Jalan Basuki Rahmat, Kilometer Tujuh, Kota Sorong.

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari
Puluhan sopir angkot jalur H menggelar aksi mogok di Jalan Basuki Rahmat, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat, Minggu (4/9/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Puluhan sopir angkutan kota (angkot) jalur H menggelar aksi mogok kerja selama empat jam di Jalan Basuki Rahmat, Kilometer Tujuh, Kota Sorong, Papua Barat.

Aksi mogok ini merupakan bentuk dari protes dari para sopir terhadap naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) diseluruh SPBU Sorong.

Sopir Angkot Jalur H, Finsen Seran (40) mengatakan, aksi mogok serentak untuk mobil Jalur H di Kota Sorong.

Baca juga: BREAKING NEWS: Harga BBM Naik di Seluruh SPBU, Sopir Angkot Sorong Mogok

"Kita mau kalau BBM sudah resmi naik kemarin, maka harus tarif penumpang pun ikut menyesuaikan," ujar Finsen, kepada TribunPapuaBarat.com, di Jalan Basuki Rahmat, Minggu (4/9/2022).

Ia berujar, pihaknya melakukan aksi mogok sudah sejak pukul 08.00 WIT.

"Kalau tidak ada kejelasan tentang naikkan tarif, maka kita tetap lanjut melaksanakan aksi mogok," tuturnya.

Rencananya, sopir ingin menaikkan harga untuk anak sekolah Rp 5.000 per kepala dan dewasa Rp 8.000 ribu.

"Kalau tarif penumpang naik sesuai ini otomatis kita kerja, jika tidak maka tetap mogok," ucap Finsen.

Selain itu, Sopir Angkot Jalur A, Anro (34) menuturkan, persoalan harga BBM naik itu tidak menjadi masalah.

Hanya saja, kenaikan harga BBM kemarin harus dibarengi dengan kenaikan tarif penumpang di Sorong.

"Kita mau untuk pelajar Rp 5.000 per kepala dan dewasa Rp 8.000 per kepala," imbuhnya.

Ia berharap, pemerintah harus bisa mendengar keluhan sopir angkot di Kota Sorong, Papua Barat.(*)

Berita terkait lainnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved